Parmusi Menolak Program Penceramah Bersertifikat

126

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam, mengatakan Parmusi lima tahun terakhir ini konsisten dan bersungguh-sungguh berjuang di jalur dakwah sebagai gerakan utama.

Gerakan dakwah itu terbentuk dengan adanya para Dai Parmusi di berbagai daerah yang ditugaskan menjalankan program Desa Madani, yakni sebuah konsep dakwah yang disertai dengan upaya pemberdayaan umat. Mereka kata Usamah adalah para pejuang penegak kalimat tauhid.

Jumlah Dai Parmusi ada ribuan, mengingat aktivitas kader Parmusi yang lebih banyak terjun dalam dunia dakwah, maka Parmusi kata Usamah, turut menanggapi adanya program dari Kementerian Agama soal penceramah bersertifikat yang disebut-sebut menangkal radikalisme.

Parmusi dengan tegas menolak itu. “Dengan hati tulus dan fikiran jernih, Parmusi sangat keberatan terhadap kebijakan Kementerian Agama, yang menghapus konten jihad dari mata pelajaran fiqh (agama), termasuk gagasan sertifikasi para ustadz, dai atau penceramah,” kata Usamah saat pembukaan Muktamar Parmusi IV secara virtual yang juga diikuti Presiden Joko Widodo, Sabtu (26/9/2020).

Terus terang, kata Usamah, kebijakan itu merupakan bentuk islamphobia, karena pemahaman yang keliru terhadap makna dan esensi jihad. Sehingga kebijakan itu hanya melahirkan kebencian segolongan ummat terhadap pemerintahan Bapak Presiden.

“Parmusi mengimbau Bapak Presiden, dapat segera menjembatani hal ini secara arif dan bijaksana kepada Menteri Agama, sehingga mampu tercipta hubungan harmoni antar kehidupan ummat beragama, khususnya ummat Islam sebagai penduduk terbesar di negeri ini, dan antar ummat beragama dengan pemerintah,” jelas Usamah. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here