Parmusi Jawa Tengah Kembangkan Radio Komunitas Sebagai Media Dakwah

522
Radio
Radio diyakini masih relevan dengan kondisi saat ini dalam pelaksanaan dakwah islamiyah.

Semarang, Muslim Obsession – Di era yang serba digital ini mungkin ada yang mempertanyakan efektivitas radio sebagai media komunikasi karena radio dinilai sudah ketinggalan zaman setelah tergilas oleh telivisi dan android seperti sekarang ini.

Meskipun demikian Pengurus Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (PW Parmusi) Jawa Tengah bertekad untuk membangun stasiun radio di 35 kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah.

Ketua PW Parmusi Jateng Anding Sukiman menuturkan, pembangunan stasiun radio yang digagas tersebut saat ini tengah disosialisasikan ke masyarakat melalui Pengurus Daerah Parmusi.

“Ini cara lain kami untuk turut mewujudkan masyarakat madani yang sejahtera lahir, yaitu tercukupinya sandang, pangan dan papan serta sejahtera batin yaitu mampu menjalankan ibadah dalam rangka mengabdi kepada Allah Swt,” ujar Anding kepada Muslim Obsession, Kamis (29/11/2018).

Anding di Radio
Ketua PW Parmusi Jawa Tengah Anding Sukiman saat on air dengan materi bimbingan pertanian organik di stasiun radio. (Foto: istimewa)

Untuk mewujudkan masyarakat madani tersebut, lanjut Anding, radio komunitas yang digagas Parmusi Jawa Tengah ini akan menjadi media dakwah sekaligus agen ilmu pengetahuan terapan/teknologi tepat guna yang sangat dibutuhkan masyarakat. Radio komunitas ini akan mengalirkan informasi masalah-masalah sosial termasuk masalah kebencanaan yang perlu segera mendapatkan penanganan.

Disamping itu, radio komunitas ini nantinya akan menjadi sarana hiburan dan sarana untuk mengembangkan seni budaya daerah, serta informasi dan pengembangan potensi ekonomi daerah, kepariwisataan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah untuk memberikan informasi positif sehingga terjaga iklim yang sejuk di tengah masyarakat guna menjaga stabilitas nasional.

Bagaimana dengan biaya pembangunan stasiun radio komunitas tersebut? Anding mengatakan, PW Parmusi Jawa Tengah telah memiliki jawabannya, yakni dengan memegang prinsip bahwa untuk mewujudkan cita-cita perjuangan ada tiga kata kunci.

“Pertama, man jadda wa jadda (siapa yang sungguh-sungguh akan berhasil). Yang kedua, man shobaro zafiro (siapa yang bersabar akan beruntung), dan yang ketiga man saaro ‘alaa darbi washola (siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai),” tegas Anding.

Untuk mewujudkan keberadaan radio komunitas tersebut, jelasnya, langkah yang ditempuh PW Parmusi Jawa Tengah adalah harus menjalin kerja sama dengan semua pihak yang meliputi Pengurus Daerah, Pengurus Cabang dan Pengurus ranting Parmusi, dan masyarakat di mana radio akan didirikan.

“Saya mengajak kawan-kawan di seluruh Tanah Air untuk mendirikan radio komunitas sebagai media dakwah, pendidikan, sosial, ekonomi. Kami di Jateng merasa menemukan media yang tepat untuk menjalankan misi Parmusi,” ajak Anding.

Keberadaan radio komunitas ini menuai pujian sejumlah pengurus daerah di Jawa Tengah. Pengurus Daerah Kabupaten Purworejo Waluyo Sutopo, misalnya, ia menyambut baik keberadaan radio yang digagas PW Parmusi Jawa Tengah tersebut. Menurut Waluyo, radio tersebut akan menjadi media dakwah Parmusi yang efektif.

Dukungan juga datang dari Bejo Suratman. Pengurus Daerah Parmusi Kabupaten Wonosbo ini meyakini jika radio komunitas tersebut akan sangat bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Kamis sangat mendukung keberadaan radio yang digagas PW Parmusi. Keberadaan radio masih tetap dibutuhkan untuk megembangkan informasi potensi ekonomi, sosial, dan budaya lokal yang saat ini tergerus budaya global,” tandas Bejo. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here