Parmusi Jateng Akan Berikan Pinjaman Pupuk Berkualitas Bagi Para Petani

215
Parmusi Jateng memberikan arahan dan pelatihan di area masjid, usai melaksanakan Shalat Subuh berjamaah. (Foto: istimewa)

Semarang, Muslim Obsession – Kondisi masjid-masjid di sebagian dusun-dusun di Jawa Tengah yang sepi jamaah menjadi perhatian Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) Jawa Tengah.

Idealnya, para petani muslim mengisi penuh masjid-masjid tersebut. Tapi faktanya, para petani muslim bekerja di sawah tanpa lelah setiap hari sejak pagi hingga sore.

Karena kesibukannya itu, bahkan para petani muslim ini jarang ke masjid untuk berjamaah menjalankan shalat berjamaah dan mengikuti ceramah atau kajian Islam. Akhirnya masjid-masjid menjadi kosong.

“Para petani muslim mengira dengan kerja keras di sawah tanpa peduli kewajiban sebagai muslim, rezeki akan datang berlimpah. Padahal realitasnya, rezeki di sawah makin sulit di dapat. Banyak kendala yang dihadapi petani, seperti pupuk makin mahal dan langka, hama tikus, hama wereng, walangsangit, sundep, penyakit jamur dengan segala macamnya sehingga tidak jarang petani gagal panen,” ujar Ketua PW Parmusi Jateng, Anding Sukiman kepada Muslim Obsession, Kamis (20/8/2020).

Melihat kondisi tersebut, Anding mengaku prihatin. Melalui Parmusi Jateng yang dipimpinnya, ia siap memberikan pinjaman kepada para petani muslim untuk menunjang usaha taninya.

Pinjaman tersebut sementara berupa pupuk yang berkulitas dan bimbingan serta konsultasi teknis pertanian sehingga masalah pertanian ini bisa lebih produktif dengan biaya produksi murah dengan hasil maksimal.

Meskipun pinjaman ini tanpa agunan dan tanpa bunga, namun tetap ada syaratnya. Yaitu para petani muslim wajib ikut shalat berjamaah di masjid yang menjadi mitra kerja Parmusi.

“Para petugas (Satgas Pangan) Parmusi akan memberikan bimbingan teknis pertanian melalui masjid setelah shalat berjamaah Isya dan Shubuh, bahkan dilanjutkan pada kunjungan lapangan,” kata Anding.

Karena ini program baru, jelasnya, maka pihaknya baru akan menyediakan pupuk untuk lahan seluas 5.000 Ha. Jika program ini diterima baik dan lancar, tidak menutup kemungkinan Parmusi Jateng akan memberikan pinjaman kepada para petani di Jawa Tengah yang menggarap sawah pada luasan 1 juta Ha.

“Insya Allah kami sudah siap, kami menunggu tanggapan para takmir masjid khususnya di Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan dan Magelang,” tutupnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here