Parmusi Gelar Malam Dakwah untuk Bangun Umat Madani

816

Pilar keempat, meningkatkan kualitas pendidikan, baik formal maupun informal. Di sejumlah daerah, masih ada wilayah kepulauan yang tidak memiliki sekolah, sehingga warganya terancam buta huruf. Itulah yang ditemui Parmusi di Pulau Kera, NTT.

Di sana terdapat 70 anak-anak balita tak bisa membaca. Parmusi menempatkan para relawan guru dan dai untuk mengajar anak-anak agar bisa membaca, menulis, dan mengaji, dengan kondisi kelas apa adanya.

Saat ini Parmusi juga menghadapi sebuah dilema dalam upaya menggerakkan manhaj dakwah Desa Madani. Kondisi ekonomi sebagian besar dai di berbagai daerah yang menjadi ujung tombak dakwah islamiyah ternyata sangat pas-pasan, bahkan banyak juga para dai yang belum memiliki sumber penghasilan tetap. Oleh sebab itu Parmusi harus mengupayakan honorarium bagi mereka agar lebih fokus dalam berdakwah.

Selain itu, Parmusi juga tengah mengupayakan membangun kemandirian ekonomi para dai dengan mengembangkan pilot project. Bersumber dana zakat, infaq dan shadaqah, setiap dai diberi 10 ekor kambing untuk dikembangbiakkan, sebagai sumber penghasilan tahunannya.

Parmusi juga berupaya membantu membuka akses pembiayaan perbankan untuk modal kerja para dai ataupun usaha para pengurus daerah, wilayah, dan pusat. Menghadapi kondisi yang dilematis seperti itu, Parmusi mengajak umat muslim Indonesia untuk bersikap peduli.

“Kita tentu tak boleh hanya mengandalkan pemerintah untuk mengatasi problematika sosial umat yang multikompleks. Sebagai anak bangsa yang telah diberikan sejumlah kenikmatan hidup di negeri ini, berupa jabatan, kekayaan, harta benda, ilmu, dan pengetahuan, kita sudah seharusnya bersyukur kepada Allah Swt. Sungguh merupakan kemuliaan, bila mana hari ini kita menyisihkan sebagian apa yang telah kita dapatkan untuk membangun kembali negeri ini dengan mendukung program dakwah Desa Madani,” ujarnya.

Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan Islam yang telah berkhidmat untuk melaksanakan gerakan dakwah, saat ini Parmusi berikhtiar untuk memberikan kontribusi membangun bangsa dan negara secara konkret, khususnya membangun kemajuan dan peradaban umat Islam Indonesia. Islam yang rahmatan lil ‘âlamîn. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here