Parmusi Dukung Walkot Jambi Kembangkan Dakwah Islamiyah

33

Jambi, Muslim Obsession – Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) H. Usamah Hisyam menyatakan siap bersinergi dengan Wali Kota Jambi Syarif Fasha untuk mengembangkan dakwah islamiyah, bukan hanya di Kota Jambi tapi juga seluruh provinsi Jambi.

Hal itu disampaikan Usamah saat membuka acara Musawarah Wilayah (Muswil) III Parmusi Jambi di Kota Jambi yang juga dihadiri Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Usamah memberikan apresiasi atas program-program keislaman Fasha di Kota Jambi yang sudah mendapat perhatian masyarakat.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang peduli terhadap umat. Pemimpin yang mau ikut berjuang dalam medan dakwah untuk kemaslahaan masyarakat yang lebih luas. Ini saya lihat sudah ada dalam diri Pak Wali Kota, karenannya Parmusi Wilayah harus mendukung program-program keislaman ke arah yang lebih luas,” ujar Usamah, di Kota Jambi, Jumat (13/9/2019).

Menurutnya, program Wali Kota Jambi punya korelasi yang sama dengan Parmusi yang sudah mengedepankan dakwah sebagai gerakan utamanya dibandingkan politik. Di bawah kepemimpinan Usamah, kini Parmusi lebih condong mengembangkan politik peradaban dengan terjun langsung ke masyarakat, seperti tagline-nya “Menyapa Menata dan Membela Umat”.

“Politik peradaban itu artinya membangun masyarakat yang beradab dengan strategi Menyapa Menata dan Membela Umat melalui program-program keumatan yakni Desa Madani, dimana dakwah menjadi jalan utama membangun peradaban masyarakat yang madani,” tuturnya.

Untuk itu, guna mengembangkan dakwah ke arah yang lebih luas, kata dia, Parmusi juga harus membangun sinergitas atau hubungan baik bersama pemerintah dan aparat dari tingkat pusat sampai pemerintah desa. Terlebih konsep Desa Madani Parmusi berada di pelosok-pelosok desa, tanpa dukungan dari aparat desa juga sulit tercapai.

“Pak Wali Kota ini bagus, meski partainya bukan dari partai Islam, tapi kelihatannya tampak lebih Islami, karena programnya selalu mendukung kepentingan umat Islam sehingga harus didukung, bangun kerja sama,” jelasnya.

Program-program Wali Kota Jambi Syarif Fasha memang banyak mengakomodir kepentingan umat Islam. Misal, selama memimpin, Fasha sudah mampu menjadikan umat Islam lebih berkembang seperti menempatkan guru hafizh Al-Quran untuk mengajar di sekolah negeri. Program ini juga bisa dijadikan dakwah islamiyah untuk anak sekolah.

“Sejauh ini kita sudah mewisuda 1.500 hafizh Al-Quran. Pemkot berupaya untuk mewisuda para hafizh Al-Quran lebih banyak lagi dengan mewisuda minimal 2.000 hafizh di tahun 2020. Itu target saya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pemuda-pemudi yang hafizh Al-Quran juga diminta bekerja di Pemkot Jambi sebagai tenaga honorer. Pemkot Jambi juga sudah berulang kali mengadakan lomba MTQ. Bahkan pihaknya sudah menyerahkan bonus kepada para kafilah MTQ dan kafilah FASI senilai Rp 1,05 miliar. Untuk juara satu mendapat bonus senilai Rp 45,5 juta. “Rp 33 juta umroh, sisanya untuk uang pembinaan,” katanya.

Di luar itu masih banyak program keislaman dan keumatan yang dilakukan, seperti belum lama ini pada peringatan 1 Muharam, Pemkot Jambi santuni 805 orang anak yatim. Masing-masing senilai Rp200. Pemkot juga memberikan kebebasan yang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan keislaman di Kota Jambi.

Fasha sendiri melihat Parmusi dari dulu sudah punya komitemen memperjuangkan dakwah islamiyah di Indonesia. Terlebih tokoh-tokoh Parmusi juga banyak dikenal sebagai pejuang Islam. Pihaknya pun juga siap bersinergi dengan Parmusi untuk mendukung program keislaman di kota ini.

“Meski dulu Parmusi adalah gerakan politik, tapi aspek dakwah untuk membela kepentingan umat Islam juga sudah ada. Apalagi sekarang dengan perubahan paradigma sebagai gerakan dakwah, sasaran tembak Parmusi lebih mengena ke masyarakat atau lebih rill. Kita pun siap bekerja sama dengan siapapun termasuk Parmusi,” jelasnya.

Ia sepakat dengan Ketum Parmusi Usamah Hisyam, bahwa membentuk akhlak yang baik di masyarakat dengan jalur dakwah itu akan memberikan banyak keuntungan bagi pemerintah. Karena dengan akhlak yang baik, masyarakat jadi bisa hidup tentram, damai, kejahatan dan kekerasan juga bisa jadi hilang atau berkurang.

“Saya kira apa yang dikatakan Ketum Parmusi tepat, bahwa menjaga ketahanan nasional di masyarakat tidak hanya fokus pada aspek lahiriah yang dibangun, tapi aspek batiniah juga harus dirawat dan dibentuk. Aspek ini bisa dilalui dengan jalan dakwah, yakni membina masyarakat dengan prilaku atau akhlak yang baik, dengan begitu kehidupan masyarakat akan lebih damai, tentram dan sejahtera lahir batin,” paparnya.

Kedatangan Usamah di Jambi dalam rangka kegiatan Safari Desa Madani Parmusi di Pulau Sumatera. Usamah yang memimpin kafilah dakwah didampingi Ketua Majelis Penasihat PP Muslimah Parmusi Daisy Astrilita, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi KH. Syuhada Bahri, Bendahara Parmusi Dewi Achyani, Waksekjen Parmusi, Mulyadi, dan Ketua PW Parmusi Jambi Kamaluddin Hafiv. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here