Parmusi Dukung Upaya PPP Golkan RUU Anti LGBT dan Anti Miras

1041
Usamah Hisyam
Ketua Umum PP Parmusi, H. Usamah Hisyam.

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam mendesak fraksi-fraksi DPR asal partai berasas Islam dan berbasis massa Islam, seperti PPP, PKS, PAN, dan PKB untuk bersatu memperjuangkan lolosnya RUU Anti LGBT dan Anti Miras yang kini dibahas di DPR RI.

Hal tersebut ditegaskan Usamah, menyikapi pernyataan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang mengungkapkan bahwa terdapat lima fraksi DPR RI yang menyetujui perilaku LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) berkembang di Indonesia. Namun Zulkifli enggan menyebutkan nama-nama partai politik yang fraksinya mendukung LGBT tersebut.

Selain itu, dalam kegiatan di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (20/1/2018), Zulkifli juga mengungkapkan perkembangan pembahasan RUU Miras di DPR. Ketua Umum PAN itu mengatakan, saat ini sudah ada delapan fraksi di DPR yang menyetujui minuman keras dijual bebas di warung-warung.

Berita yang dimuat Republika Online beredar luas dan meresahkan umat Islam tanah air. Karena itu Usamah meminta keempat partai berasas Islam dan berbasis massa Islam untuk teguh berjuang melawan fraksi-fraksi dari partai-partai besar secara sungguh-sungguh.

Menurut Usamah, pada tahun 2016 Parmusi sudah mengajukan naskah akademik dan draft RUU Anti LGBT melalui FPP DPR RI. Naskah akademik dan RUU tersebut disusun setelah tim Parmusi melakukan sejumlah seminar dan dialog dengan berbagai komponen umat, yang sangat prihatin terhadap terjadinya proses demoralisasi bangsa melalui praktik LGBT.

“Saya mendapat info, RUU sudah dimasukkan dalam Baleg DPR RI akhir 2016, dan poin-poinnya kini tengah dibahas dalam Rancangan KUHP,” ujar Usamah kepada Muslim Obsession, Ahad (21/1/2018).

Mantan anggota DPR RI dari FPP ini mendesak pimpinan FPP DPR untuk terus memperjuangkan secara teguh dengan menolak semua praktik LGBT dan juga peredaran miras di warung-warung maupun minimarket.

“Saatnya PPP bangkit menunjukkan jati dirinya sebagai partai berasas Islam. Meskipun hanya memiliki 39 anggota DPR RI, FPP harus berani bersikap tegas sekalipun menghadapi koalisi fraksi partai-partai besar. Bila fraksi-fraksi besar tetap memaksakan dengan cara voting, anggota FPP harus walkout. Ini persoalan akidah, tak boleh main-main,” tegas Usamah.

Ia berharap, RUU Anti LGBT yang telah disumbangkan Parmusi ke FPP terus diperjuangkan. “Karena itu aspirasi umat Islam Indonesia,” kata Usamah.

Oleh karenanya Usamah mengimbau MUI dan seluruh ormas Islam untuk bersikap, melayangkan penolakan ke DPR RI terhadap praktik LGBT dan peredaran miras.

“Bila aspirasi umat diabaikan, saya yakin umat Islam akan turun ke DPR RI. Jangan coblos parpol yang dukung LGBT dan peredaran miras,” tegasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here