Parmusi Diusulkan Bentuk Tim Kajian untuk Membentuk Partai Politik

211
Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam saat berbicara di depan sidang pleno Mukernas ke-V Parmusi di Jakarta, Sabtu (21/12/2019). (Foto: Anto/OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Sejumlah aktivis senior Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) mengusulkan ormas Islam tersebut membentuk sebuah tim untuk mengkaji kemungkinan membentuk partai Islam baru.

Usulan tersebut dikemukakan dalam sidang pleno pada Mukernas ke-V Parmusi di Hotel Grandhika Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Selain dihadiri para pengurus pusat dan wilayah se-Indonesia, hadir juga beberapa aktivis senior Parmusi, di antaranya Bachtiar Chamsyah, Laode Masihu Kamaluddin, Jafar Shodiq, Mudrik Sangidu, dan Saleh Khalid.

Baca juga:

Parmusi Kurang ‘Greget’ Kritik Pemerintah

Soal Muslim Uighur, Parmusi Sarankan Pemerintah Bentuk Tim Investigasi

Tiga Fokus Dakwah Parmusi Diperkuat dalam Mukernas ke-V

Usulan perlunya tim kajian bermula dari penilaian lemahnya daya tawar politik yang dimiliki Parmusi. Saleh Khalid menyatakan, Parmusi perlu merumuskan wacana apakah akan membentuk partai politik Islam yang baru atau hanya mensponsorinya.

“Oleh karenanya saya mengusulkan agar Mukernas kali ini merekomendasikan dibentuknya tim untuk membahas hal ini lebih lanjut. Tim ini bertugas merumuskan ide-ide dari pengurus Parmusi dan mengundang narasumber-narasumber yang hasilnya nanti dibawa ke Muktamar,” jelas Saleh.

Usulan itu mendapat tanggapan beragam dari peserta sidang. Dukungan muncul dari aktivis senior Parmusi lainnya, Mudrik Sangidu. Menurutnya, Parmusi yang lahir dari ‘rahim’ Masyumi, tidak boleh hanya bergerak di bidang dakwah dan ekonomi, tetapi juga harus bergerak di bidang politik.

“Jika Parmusi tidak dihiraukan atau tidak mendapat tempat di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), lebih baik Parmusi mendirikan partai sendiri,” tegas Mudrik.

Sementara itu aktivis senior Parmusi lainnya, Bachtiar Chamsyah, mengatakan bahwa dalam persoalan ini pimpinan Parmusi harus hati-hati dan jeli melangkah.

Meski tak lagi berorientasi politik, namun menurutnya, sulit untuk mengatakan Parmusi ini bukan bagian dari PPP.

“Saat saya berpidato di acara PPP di Banten, saya katakan bahwa jika PPP tidak berubah, jangan salahkan jika akan muncul partai Islam yang baru,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam mengatakan bahwa usulan pembentukan tim kajian perlu dipikirkan secara matang untuk menghitung peluang-peluang yang ada.

Kendati demikian, Usamah menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah Parmusi terus melakukan upaya untuk mempersatukan umat dengan gerakan dakwah.

“Saya sepakat sekali dengan rekomendasi yang disampaikan Pak Bachtiar, dimana Parmusi harus membangun basis dengan mendirikan pondok pesantren. Kalau bisa kita memperteguh gerakan dakwah Parmusi. Hari ini Parmusi besar karena gerakan dakwah sehingga harus makin dimantapkan,” tegasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here