Parmusi Business Center Menopang Gerakan Desa Madani

688
Parmusi Business Centre
Workshop Parmusi Business Centre diikuti pimpinan-pimpinan wilayah se-tanah air. (Foto: Edwin B/ OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) mengadakan kegiatan Wokshop Parmusi Business Center (PBC) di Gedung PKK Melati Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018). Kegiatan ini dihadiri sejumlah pimpinan wilayah Parmusi di seluruh Indonesia.

Ketua Umum PP Parmusi H. Usamah Hisyam mengatakan, wokshop ini diadakan untuk merumuskan sejumlah formula dalam rangka mengembangkan ekonomi kader-kader Parmusi di seluruh daerah yang bergerak dalam bidang bisnis.

Menurutnya, jika kader Parmusi bisa mengembangkan kemandirian ekonomi, maka dakwah Parmusi juga akan jalan.

“Kalau bisnis kader-kader Parmusi digeluti secara sungguh-sungguh kita tidak akan kesulitan logistik untuk perjuangan dakwah. Karena persoalan terbesar masyarakat masih berkutat pada persoalan ekonomi, yakni kemiskinan,” papar Usamah.

Aunur Rofiq

PP Parmusi mengundang sejumlah Pengurus Wilayah yang dinilai sudah punya kematangan kemandirian dalam mengelola ekonomi umat.

Sehingga masukan dan tanggapan mereka diperlukan untuk memperkuat lagi Bisnis Center Parmusi.

Usamah menekankan, PBC harus dikelola dengan baik untuk keperluan dakwah Islam.

“Problematika besar dakwah Parmusi hari ini bukan SDM, bukan konten dakwah, tapi logistik dakwah. Kalau kita perhatikan di berbagai daerah persoalan terbesar adalah ekonomi,” jelasnya.

Jika bisnis center Parmusi ini sudah bisa berjalan dengan baik, jelas Usamah, maka secara tidak langsung akan mampu menopang program Gerakan Desa Madani Parmusi di daerah.

Program business center tersebut menyangkut upaya menggerakkan ekonomi umat yang dikelola dengan baik oleh para dai Parmusi. Oleh karenanya, kader Parmusi juga harus memiliki kemampuan berwirausaha.

“Kita berorganiasi tujuannya adalah bisa mencapai misi atau cita-cita organisasi. Nah, misi Parmusi di kalimat terakhir adalah, terwujudnya masyarakat madani yang sejahtera lahir dan batin dalam bangsa Indonesia yang diridhai Allah. Kita sebagai kader dan pengurus harus punya kesadaran untuk mewujudkan misi itu,” tandasnya.

Usamah menegaskan, Desa Madani adalah gerakan dari bawah bukan dari atas. Tujuannya bukan hanya sekadar membangun kemandirian masyarakat secara ekonomi, tapi juga membangun akidah umat yang kuat melalui pendidikan iman dan takwa.

Program ini akan dijalankan secara nasional pada bulan November 2018 dengan menggandeng kerja sama kepada sejumlah pihak seperti Bank BNI Syariah.

Aunur Rofiq, Penasihat Bisnis Center Parmusi dalam kesempatan itu menambahkan, bahwa kader Parmusi harus mulai berpikir untuk berwirausaha.

Sebab, selain bisa melatih kemandirian, berwirausaha juga bagian dari ajaran Nabi Muhammad Saw. Di mana Nabi sangat menganjurkan umatnya untuk berbisnis.

“Nabi sendiri sudah mengatakan 9 dari 10 pintu rezeki itu ada di niaga,” jelasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here