Parmusi Berjuang di Bidang Dakwah, Ekonomi, Sosial, dan Pendidikan

254

Oleh: Anding Sukiman (Ketua PW Parmusi Jawa Tengah)

Parmusi itu bukan singkatan dari Partai Muslimin Indonesia, tetapi singkatan dari Persaudaraan Muslimin Indonesia. Dari sudut pandang akronim, jelas itu melanggar ketatabahasaan, tetapi kesalahan bahasa yang disengaja ini diperlukan oleh tokoh-tokoh Parmusi karena mempunyai maksud bahwa Parmusi dalam singkatan Persaudaraan Muslimin Indonesia ini untuk mempertegas pertalian sejarah bahwa antara Parmusi sekarang dengan Parmusi tahun 1968 masih mempunyai kesamaan idialisme, yang membedakan adalah bidang garapan yang ditekuni.

Parmusi yang didirikan pada tahun 1968 adalah sebuah Partai Politik Islam yang bergerak dibidang politik praktis dan tergetnya menang Pemilu serta mengatur pemerintahan secara langsung. Sedangkan Parmusi versi baru saat ini bergerak dibidang dakwah, ekonomi, sosial dan pendidikan.

Dengan perbedaan paradigma dan bidang garapan maka Parmusi paradigma baru diharapkan lebih fleksible, apalagi Parmusi baru juga menempatkan diri sebagai connecting muslim. Posisi connecting muslim ini diharapkan untuk menghilangkan sekat paham yang sering mengganggu persaudaraan sesama muslim.

Bagaimana hubungan antar sesama muslim yang beda madzhab dan paham dalam Parmusi? Parmusi memandang “Laillaha illallah Muhammadarrasulullah” itulah saudara semuslim.

Intinya kalau ada seseorang sudah bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah adalah sesama muslin yang harus saling memperkuat. Adapun apabila tetap ada perbedaan pandangan maka sesama muslim wajib mengingatkan.

 

Gerakan Dakwah dan Ekonomi

Parmusi menempatkan dakwah dan ekonomi menjadi prioritas utama. Mengapa? Karena Parmusi sadar bahwa meskipun warga NKRI mayoritas Islam dan sekarang ini 85% dari jumlah penduduk NKRI beragama Islam, namun sesungguhnya yang menjalankan shalat tidak lebih dari 40%.

Jika tidak percaya, coba perhatikan dalam satu kampung/dusun yang shalat dengan yang tidak shalat banyak mana? Meskipun dusun tersebut mayoritas berpenduduk muslim bahkan mungkin 100% muslim, tetapi belum tentu shalat semua. Tugas kader Parmusi adalah mengajak seluruh warga muslim menjalankan syariat Islam secara kaaffah.

Dalam bidang ekonomi, Parmusi paham bahwa mayoritas warga yang beragama Islam banyak yang hidup di garis kemiskinan. Karena itu Parmusi bergerak, mendorong, memotivasi, menggali potensi ekonomi umat sehingga ekonomi umat Islam bangkit dan hidupnya sejahtera secara akidah dan ekonomi.

Parmusi melihat ada banyak potensi ekonomi pedesaan yang belum dikembangkan secara baik sehingga potensi itu tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyatakatnya.

Target utama Parmusi adalah terwujudnya masyarakat yang sejahtera secara akidah dan ekonomi sehingga senantiasa mendapat ridha dari Allah Swt.

Jika umat Islam akidahnya kuat, ekonominya mapan, maka tidak akan mudah dibeli dan di situ akan tumbuh pemimpin umat yang Islami. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here