Parmusi Bekasi Konsolidasikan Puluhan Dai Sebelum Jambore Nasional

805

Bekasi, Muslim Obsession – Puluhan dai mengikuti Orientasi Dai Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) di Masjid Raya At-Tauhid Perum Pesona Metropolitan Kota Bekasi, Ahad (9/9/2018).

Acara yang dilaksanakan Pengurus Daerah Parmusi Kota/Kabupaten Bekasi tersebut diikuti dai-dai se-Kota/Kabupaten Bekasi.

“Para dai ini kami kumpulkan untuk diberikan pelatihan dakwah. Ada paparan dari Parmusi Pusat,” kata Ketua PD Parmusi Bekasi, Jujun Junaedi, Senin (10/9/2018).

Jujun menambahkan, acara itu juga menjadi ajang konsolidasi timnya sebelum mengikuti Jambore Nasional Dai Parmusi. Menurutnya, ada sejumlah arahan yang diberikan sebagai bekal mengikuti festival dalam jambore nanti.

“Ini silaturahmi sebelum jambore. Ada juga sedikit arahan atau strategi kepada para dai,” katanya.

Hadir pada kesempatan itu Ketua Umum PP Parmusi H. Usamah Hisyam yang juga membuka acara tersebut. Selain itu hadir juga Sekjen Parmusi H. Abdurrahman Syagaff, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) Ustadz Bernard Abdul Jabbar, dan Wakil Direktur Lembaga Bela Negara Parmusi Rizal Marasabessy.

Orientasi Dai Parmusi digelar dalam rangka pembekalan sebelum para dai mengikuti Jambore Nasional Dai Parmusi yang akan di Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, pada 24-27 September 2018.

Jambore Nasional rencananya akan dihadiri 5.000 dai Parmusi dari seluruh Indonesia. Gelaran ini akan menjadi momentum perubahan paradigma Parmusi dari political oriented menjadi dakwah oriented.

Nantinya, para dai Parmusi ini akan berdakwah di daerah asalnya dengan manhaj Desa Madani, dimana para dai akan berdakwah dalam rangka mensejahterakan warga masyarakat, khususnya umat Islam di berbagai pelosok tanah air.

Kesejahteraan yang akan dicapai bukan saja melalui upaya peningkatan iman dan takwa, membangun kemandirian ekonomi, pemberdayaan sosial, kualitas pendidikan, tetapi juga rasa aman dan nyaman warga di seluruh pelosok tanah air dengan menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Menurut Usamah, manhaj Desa Madani ini artinya jalan atau metode dakwah yang dirancang untuk menjawab peluang, tantangan dan problematika dakwah dalam rangka membentengi akidah umat Islam Indonesia di berbagai daerah.

“Para dai Parmusi nantinya diharapkan dapat berkontribusi untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat setempat dan keamanan lingkungan,” tegas Usamah dalam arahannya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here