Pantaskah Assalamualaikum Diganti dengan Salam Pancasila?

933
Buya Yahya.
Buya Yahya.

Jakarta, Muslim Obsession – Beberapa waktu terakhir ini muncul perbincangan di berbagai media massa mengenai pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terkait pernyataan usulan agar kita bisa menggunakan Salam Pancasila dalam pelayanan publik.

Dia beralasan hal itu untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan serta menguatkan persatuan dan kesatuan yang terganggu karena menguatnya sikap intoleran.

Sebagai Muslim sekaligus warga negara yang baik, bagaimana kita menyikapinya hal ini?

Menurut Buya Yahya dalam sebuah video ceramah di Youtube, Senin (24/2/2020) Indonesia ini sudah damai dengan Pancasilanya, dengan Bhineka Tunggal Ikanya, mungkin orang yang mengusulkan hal tersebut harus memahami dulu makna Bhineka Tunggal Ika.

“Yang artinya Indonesia sejak dulu memang memiliki perbedaan suku, agama dan lain sebagainya. Jadi dari dulu sudah biasa, bahkan yang mencetuskan Pancasila pun dari masa ke masa kalau salam juga pakai Assalamualaikum,” terangnya.

Jadi, pesan Buya, janganlah membuat pernyataan yang hanya akan membuat orang lain berprasangka buruk.

“Nanti (khawatir) gara-gara soal ini orang yang tidak mau memakai salam Pancasila disebut tidak Pancasilais, ini kan lebih berbahaya lagi,” ujar Buya.

Buya menegaskan bahwa Bhineka Tunggal Ika maupun Lakum diinukum waliyadiin, keduanya sudah ada sejak dulu.

“Anda Nasrani mau merayakan Natal silakan. Saya Muslim mau pergi ke masjid juga silakan, agamaku urusanku, agamamu urusanmu,” pungkas Buya.

Simak penjelasan lebih lanjut di sini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here