Panglima Perang Termuda dan Terhebat dalam Sejarah Islam

852

Jakarta, Muslim Obsession – Di awal-awal penyebaranya, umat Islam memang kerap terlibat perang. Ini terjadi karena umat Islam kerap diperangi. Ajaran yang dibawa Rasulullah dianggap akan merusak ajaran lama. Sehingga mereka takut Islam semakin berkembang.

Karena kerap menghadapi peperangan, umat Islam banyak memiliki tentara dan panglima perang yang hebat-hebat. Di antara panglima perang yang kuat dan tanggung, dalam sejarah Islam nama Usamah bin Zaid.

Ia bahkan tercatat sebagai panglima perang terhebat, dan termuda dalam sejarah Islam, dan terakhir yang ditunjuk oleh Nabi Muhammad Saw pada masanya.

Usamah bin Zaid adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad Saw. Ayahnya bernama Zaid bin Harits dan ibunya bernama Ummu Ayman yang merupakan seorang pelayan dari ayah Nabi, yaitu Abdullah bin Abdul Muthalib.

Sejak kecil, Usamah lahir dan tumbuh di Makkah dalam lingkungan rumah tangga Nabi. Inilah kenapa Usamah sudah mengenal dan memeluk Islam sejak kecil. Nabi sangat menyayangi Usamah sama seperti dia menyayangi kedua cucu kesayangannya, Sayyidina Hasan dan Husain.

Ketika beranjak dewasa, Usamah ditunjuk sebagai panglima perang yang memimpin pasukan umat Islam dalam melawan Romawi Timur di usianya yang terbilang cukup muda, yakni 18 tahun.

Ditunjukknya Usamah menjadi panglima perang oleh Nabi, rupanya banyak sahabat lainnya yang keberatan. Bukan hanya alasan usia, tetapi juga tugas sebagai pemimpin yang cukup berat bagi anak usia 18 tahun.

Dikutip dari berbagai sumber, Nabi pernah berkata dihadapan sahabat-sahabatnya, “Jika kalian meremehkan kepemimpinan Usamah bin Zaid, berarti kalian juga meremehkan kepemimpinan ayahnya sebelumnya. Demi Allah, jiwa kepemimpinan telah terpatri dalam dirinya. Demi Allah, dia orang yang paling aku cintai. Demi Allah, Usamah diciptakan untuk menjadi pemimpin.”

Di saat Usamah hendak berperang, dirinya menemui Nabi yang sedang dalam keadaan tidak sehat. Namun, belum jauh Usamah dan pasukannya berangkat, kabar wafatnya Nabi pun terdengar ditelinganya. Sehingga dia menghentikan laju pasukan dan bergegas ke rumah Nabi bersama Umar dan Abu Ubaidah.

Pada waktu bersamaan, Abu Bakar Ash Shiddiq diangkat sebagai khalifah menggantikan Nabi. Ketika Usamah sampai di kediaman Nabi, Abu Bakar menyuruh usamah kembali memimpin pasukan sesuai apa yang diperintahkan oleh nabi.

Lalu, bergegaslah Usamah bersama pasukannya meninggalkan Madinah menuju perbatasan Syam. Hingga akhirnya, dengan strateri perang yang matang, pasukan yang dipimpin Usamah mampu mengalahkan musuh dengan cepat.

Sejak saat itulah, Usamah cukup disegani oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW lainnya. Sampai pada akhirnya, Usamah harus menghadap sang Ilahi pada 673 Masehi yang selama hidupnya selalu menjunjung tinggi ajaran Islam. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here