Pangdam Jaya: Kembali Pasang Baliho Habib Rizieq Kami Tangkap

221

Jakarta, Muslim Obsession – Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman tampaknya cukup serius melakukan penanganan terhadap baliho Habib Rizieq Syihab. Pasalnya ia kembali menegaskan akan menangkap orang yang berani memasang baliho Habib Rizieq usai pencopotan masal ini.

Meski banyak dikritik oleh masyarakat, Dudung tak sedikit pun bergeming. Ia keukeuh dengan sikap tegasnya untuk menindak upaya provokasi yang dilakukan oleh Front Pembela Islam atau FPI melalui baliho-baliho yang dipasang.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Pangdam Jaya di Markas Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta di Cililitan, Jakarta Timur, pada Senin (23/11/2020). Dudung mengatakan pihaknya akan menggandeng aparat kepolisian dalam melaksanakan tindakan tegas tersebut terkait pemasangan baliho.

“Sudah pasti, nanti dengan Kapolda, kami tangkap,” kata Dudung di Markas Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta, Cililitan, Jakarta Timur,sebagaimana dikutip dari Kompas.com pada Senin (23/11/2020).

Dudung menambahkan, pihaknya dan aparat gabungan tidak hanya fokus menindak tegas poster Rizieq Syihab saja. “Kami menurunkan poster bukan FPI saja, bukan Habib Rizieq saja. Kalau poster yang lain melanggar, kami akan turunkan,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. Kedatangan Fadil ke Kodam Jaya untuk memperkenalkan diri sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru. 

Fadil mengatakan pihak kepolisian menginginkan adanya soliditas dan sinergitas antara Polri dan TNI yang semakin kuat. “Jika itu terjalin dengan erat, Insya Allah masalah bisa kami hadapi dengan baik,” ucap Fadil.

Sebelumnya, diberitakan pasukan TNI langsung turun ke jalan untuk berpatroli mencopot spanduk dan baliho FPI maupun Rizieq Syihab pada Jumat (20/11/2020).

Mayjen TNI Dudung Abdurachman menjelaskan, anggota TNI terpaksa turun tangan dalam penertiban baliho Rizieq Syihab karena petugas Satpol PP sudah menurunkannya, namun pihak FPI kembali memasang baliho-baliho tersebut. 

Oleh karena itu, kata Dudung, TNI merasa perlu langsung turun tangan membantu pencopotan spanduk dan baliho Rizieq Syihab. Dudung pun mengakui bahwa ia sudah memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho FPI maupun Rizieq Syihab yang tersebar di Ibu Kota.

Dudung menyampaikan itu saat dikonfirmasi soal beredarnya sebuah video yang menunjukkan sejumlah pasukan berbaju loreng mencopot baliho Rizieq Shihab.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya, karena berapa kali Satpol PP menurunkan (baliho), dinaikkan lagi,” kata Dudung di Monas, Jakarta Pusat.

Dudung menuturkan, sedikitnya sudah ada 900 spanduk yang menampilkan gambar Rizieq Syihab telah ditertibkan oleh aparat gabungan sejak akhir September 2020.

“Sampai saat ini hampir 900-an (spanduk) di DKI (ditertibkan), bahkan ada warga yang ikut turunkan,” katanya.

Menurut Dudung, upaya penertiban spanduk dilakukan oleh aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP karena lokasi pemasangan yang tidak pada tempatnya serta melanggar ketertiban umum.

“Itu (penertiban spanduk) sudah dua bulan lalu dilakukan TNI, Polri, dan Satpol PP. Awalnya yang turunkan Satpol PP, tapi Front Pembela Islam (FPI) minta dinaikkan lagi. Mereka siapa? Kalau pemerintah itu jelas organisasinya. Kok bisa takut sama mereka?” kata Dudung. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here