Pangdam Jaya: Kalau Dia Habib Bicaranya Tidak Kotor

310

Jakarta, Muslim Obsession – Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menanggapi soal ceramah maulid Nabi Muhammad yang diadakan di rumah Habib Rizieq. Ia mengaku tidak simpatik dengan ceramah yang disampaikan Rizieq.

Menurutnya, jika dia seorang habib hendaknya bisa menjadi panutan, tidak berkata kasar atau kotor dalam berceramah. Seorang habib cirinya cinta terhadap kebijaksanaan.

Hal itu disampaikan Dudung di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Dudung awalnya menyinggung seorang tokoh agama dengan ucapan tidak baik.

Baca juga: Pangdam Jaya: Bila Perlu FPI Bubarkan Saja

“Hujatan-hujatan HRS kepada TNI dan Polri, kalau katanya sebagai imam besar, kalau dibilang sebagai kiai atau habib, karena habib atau kiai itu selalu hatinya baik. Jadi kalau ucapan tidak baik, bukan habib namanya itu. Saya ini orang Islam juga,” kata Dudung.

Menurut Dudung, Islam mengajarkan kebaikan kepada seluruh isi alam semesta. Dia meminta semua pihak, tanpa terkecuali, menjaga tutur kata.

“Mengajarkan selalu Islam itu agama yang rahmatan lil alamin, agama yang mengajarkan kasih sayang, untuk seluruh alam semesta, bukan hanya untuk manusia saja. Kemudian jangan asal bicara sembarangan, jaga dari siksa api neraka,” ucapnya.

Mantan Gubernur Akademi Militer ini prihatin terhadap adanya habib yang berucap dengan bahasa kotor. Dudung tak terima atas ucapan tokoh agama tersebut.

“Ucapan dan tindakan harus baik. Saya sebagai orang Islam prihatin kalau ada seorang habib di peringatan Maulid Nabi bahasa dan ucapannya kotor. Saya prihatin dan tidak terima sebagai orang muslim,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Habib Rizieq Syihab menyinggung soal lonte dari panggung peringatan Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta, 14 November 2020. Namun Habib Rizieq tidak secara spesifik menyebut nama Nikita Mirzani.

Padahal penyebutan itu ditunjukan kepada Nikita Mirzani. “Ada lonte hina habib. Pusing, pusing. Sampai lonte ikutan ngomong, iyee…,” kata Rizieq di Jl KS Tubun, Jakarta Pusat (Jakpus), Ahad (15/11) dini hari.

Ucapan Rizieq disambut riuh hadirin. Dia mengaku tidak marah soal banyak orang berkerumun saat menjemputnya dikritik. Lalu Rizieq menyinggung soal polisi menjaga rumah orang yang disebutnya lonte itu.

“Saya nggak marah. Cuma ada umat yang marah, ngancem mau ngepung lonte. Eh polisi kalang kabut jagain lonte. Kacau, kacau,” kata dia.

Ia menuding jangan-jangan aparat TNI dan Polri yang menjaga rumah Nikita Mirzani dapat jatah dari pemilik rumah. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here