Panduan Iktikaf di Rumah dari Ustadz Abdul Somad

206

Muslim Obsession – Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 terasa amat berbeda. Di antaranya sejumlah ibadah yang mesti dilakukan di rumah, salah satunya iktikaf atau berdiam diri di masjid.

Definisi iktikaf menurut Ustadz Abdul Somad (UAS) melalui akun Instagramnya, Kamis (14/5/2020) yakni menetap di masjid dengan niat ibadah.

Dalilnya ialah diriwayatkan Al-Bukhari bahwa Rasulullah Saw. iktikaf di 10 terakhir Ramadhan hingga beliau wafat. Bahkan istri-istri beliau tetap iktikaf setelah beliau wafat.

Tujuan iktikaf itu sendiri di antaranya ialah: mensucikan hati, merasakan pengawasan Allah, fokus ibadah, melepaskan diri dari keduniawian dan berserah diri pada Allah

Seminim-minimnya iktikaf ialah lama sedikit dari rukuk, dan semaksimal-maksimalnya iktikaf Nabi pernah 20 hari tidak keluar masjid.

Ada sejumlah tempat iktikaf yakni masjid jami’ (ada shalat Jumatnya), masjid saja (mushalla atau surau) dan Mushalla Al-Bait yakni tempat shalat dalam rumah.

“Dalam hal ini, boleh bagi wanita menurut Mazhab Hanafi yang diambil dari sumber: alfiqh al-islamy wa adillatuhu: juz3,hal.1757). Dalam masa corona karena darurat, maka bisa ambil no.3,” kata UAS.

Apa yang dilakukan ketika Iktikaf?

1. Shalat wajib dan sunnah
2. Baca Al-Quran
3. Dzikir
4. Tafakkur
5. Baca buku

Tiga pilihan waktu iktikaf:

1. Shalat Subuh. Dzikir sampai matahari terbit. Shalat sunnah isyraq (Sekitar 90 menit)

2. Shalat Isya, Tarawih, Witir, Tadarus Al-Quran, Dzikir (Sekitar 90 menit)

3. Bangun malam, Shalat sunnah wudhu, Shalat sunnah taubat, Shalat sunnah hajat
Shalat tahajjud, Baca Al-Quran, Dzikir (Sekitar 90 menit).

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here