PAN Bergejolak, Amien Rais Disarankan Mundur dari Jagat Perpolitikan

418
Amien Rais
Amien Rais (Foto: Edwin Budiarso)

Jakarta, Muslim Obsession – Menjelang tutup tahun, Partai Amanat Nasional (PAN) mengalami gejolak internal. Padahal pemilu sudah semakin dekat. PAN yang mendukung pencapresan Prabowo Subianto harus direpotkan dengan gejolak internal ini. Meski dibilang tak membahayakan eksistensi PAN pada Pemilu 2019, namun bila masalah internal ini tidak segera diatasi bukan tidak mungkin PAN akan merosot dalam hal perolehan suara.

Gejolak internal diawali ketika sejumlah kader di daerah yang membelot dengan mendukung capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan mundurnya Bendahara Umum PAN Nasrullah, kali ini para pendiri dan penggagas partai berlambang matahari putih itu menuliskan surat terbuka yang menyarankan Amien Rais mundur dari jagat perpolitikan nasional, termasuk dari PAN.

Surat terbuka itu tertanggal 26 Desember 2018. Lima nama pendiri dan penggagas PAN, yakni Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty, dan Zumrotin, tertera di surat tersebut. Kelima pendiri PAN itu mengatakan surat dibuat pasca memperhatikan perkembangan kehidupan politik di Indonesia. Khususnya kiprah Amien Rais bersama PAN maupun secara personal.

“Kami sebagai bagian dari penggagas dan pendiri PAN merasa bertanggung jawab dan berkewajiban membuat pernyataan bersama di bawah ini demi mengingatkan akan komitmen bersama kita pada saat awal pendirian partai,” demikian tulis surat terbuka tersebut seperti dikutip Muslim Obsession, Rabu (26/12/2018).

Mereka mengingatkan Amien Rais sebagai Ketua Dewan Kehormatan PAN akan komitmen bersama kala pertama kali mendirikan partai yang saat ini dipimpin oleh Zulkifli Hasan itu. Di mana PAN menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan menegakkan demokrasi setelah 32 tahun di bawah kekuasaan absolut orde baru yang korup dan otoriter, PAN adalah partai yang berazaskan Pancasila dengan landasan nilai-nilai moral kemanusiaan dan agama, PAN merupakan partai modern yang bersih dari noda-noda orde baru dan bertujuan menciptakan kemajuan bagi bangsa.

Kemudian PAN merupakan partai terbuka dan inklusif yang memelihara kemajemukan bangsa dan tidak memosisikan diri sebagai wakil golongan tertentu dan PAN adalah partai yang percaya dan mendukung bahwa setiap warga negara berstatus kedudukan yang sama di depan hukum dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara, tidak mengenal pengertian mayoritas atau minoritas. Menurut kelimanya, Amien Rais telah melenceng dari prinsip-prinsip tersebut.

“Dengan menggunakan kacamata prinsip-prinsip PAN tersebut diatas, kami mendapatkan kesan kuat bahwa Saudara Amien Rais (AR) sejak mengundurkan diri sebagai ketua umum PAN sampai sekarang, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan PAN, seringkali melakukan kiprah dan manuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip itu,” tuturnya.

Kelima para pendiri dan penggagas partai itu menilai Amien Rais saat ini semakin cenderung eksklusif, tidak menumbuhkan kerukunan bangsa dalam berbagai pernyataan dan sikap politiknya. Amien juga sebagai tokoh reformasi, dinilai tidak ikut berperan dalam mengakhiri kekuasaan orde baru, telah bersimpati, mendukung, dan bergabung dengan politisi yang beraspirasi mengembalikan kekuatan orde baru ke kancah politik Indonesia.

Mereka bahkan menilai Amien Rais telah menjadikan agama sebagai alat politik untuk mencapai tujuan meraih kekuasaan. Amien sebagai ilmuwan ilmu politik juga dinilai telah gagal mencerdaskan bangsa dengan ikut mengeruhkan suasana dalam negeri dalam menyebarkan berita yang jauh dari kebenaran tentang kebangkitan PKI di negeri kita.

Bahkan, Amien yang berada di luar struktur utama PAN dinilai terkesan berat menyerahkan kepemimpinan PAN kepada generasi berikutnya dengan terus menerus melakukan manuver politik yang destruktif bagi masa depan partai.

“Atas dasar pertimbangan semua itu, kami sebagai bagian dari pendiri PAN yang bersama saudara saat itu meyakini prinsip-prinsip yang akan kita perjuangkan bersama, menyampaikan surat terbuka ini sebagai pengingat dari sesama kawan,” tulis mereka dalam surat terbuka itu.

“Untuk itu barangkali sudah saatnya Saudara mengundurkan diri dari kiprah politik praktis sehari-hari, menyerahkan PAN sepenuhnya ke tangan generasi penerus, dan menempatkan diri Saudara sebagai penjaga moral dan keadaban bangsa serta memberikan arah jangka panjang bagi kesejahteraan dan kemajuan negeri kita,” pintanya. (Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here