Palestina Krisis Energi Akut

548
Qatar menyumbang $ 9 juta dan UEA menyumbang $ 2 juta, setelah PBB memperingatkan akan adanya krisis energi akut di Jalur Gaza.

Palestina, Muslim Obsession – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengucapkan terima kasih kepada Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) atas sumbangan mereka ke Jalur Gaza pada Kamis (8/2/2018) waktu setempat.

Sebelumnya, PBB memperingatkan adanya krisis energi akut di wilayah Palestina yang terblokir.

“Bahan bakar darurat untuk fasilitas penting di Gaza akan habis dalam sepuluh hari ke depan,” rilis Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

PBB mengatakan, sumbangan $ 9 juta dari Qatar dan sumbangan $ 2 juta dari UEA akan membantu orang-orang di Gaza. Yaitu, berupa layanan kesehatan, air dan sanitasi.

Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan tertulis, Mohammed Al-Emadi, kepala komite rekonstruksi Gaza Qatar mengumumkan, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad At-Thani memberikan instruksi untuk bantuan darurat ke Gaza senilai $ 9 juta.

Dalam beberapa tahun terakhir, Qatar telah melakukan banyak proyek rekonstruksi di Gaza, yang mencakup pembangunan jalan dan rumah sakit.

Secara terpisah, UEA juga mengumumkan, mereka akan menyumbangkan $ 2 juta untuk program pasokan bahan bakar untuk Gaza melalui OCHA.

Kantor PBB mengatakan, sekitar $ 6,5 juta harus mampu menyediakan 7,7 juta liter bahan bakar darurat di Gaza pada tahun 2018.

“Ini adalah persyaratan minimum yang diperlukan untuk mencegah jatuhnya layanan,” katanya.

Dilaporkan Anadolu Agency Jumat (9/2/2018), rumah bagi hampir dua juta orang, Jalur Gaza yang diblokade Israel telah mengalami kesulitan dengan kekurangan listrik sejak 2006.

Krisis tersebut telah memaksa beberapa rumah sakit dan pusat kesehatan untuk menangguhkan layanan kepada pasien dalam beberapa hari terakhir.

OCHA memperkirakan bahwa 1,4 juta liter bahan bakar dibutuhkan setiap bulan untuk memfungsikan fasilitas penting di Gaza.

Meskipun Jalur Gaza membutuhkan sekitar 600 megawatt listrik, saat ini hanya menerima 120 megawatt dari Israel dan 32 megawatt lainnya dari Mesir.

Menurut Otoritas Energi Palestina, pembangkit listrik yang berfungsi di Gaza, sementara itu hanya mampu menghasilkan 60 megawatt listrik. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here