Pakistan Akan Jadikan OKI Sekuat PBB

1338
Bendera OKI (Photo: Istimewa)

Islamabad, Muslim Obsession –  Pakistan sedang membuat upaya untuk menjadikan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sebagai versi kecil Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau ‘Mini PBB’.

Pakistan akan mengubah OKI menjadi organisasi yang lebih efektif dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi negara-negara mayoritas Muslim. Pejabat senior di kementerian luar negeri, meyakini OKI memiliki potensi untuk diubah menjadi organisasi yang lebih kuat karena mewakili persentase kemanusiaan yang baik.

“Selama beberapa dekade, OKI telah mengutuk ekses terhadap kaum Muslim atau merekomendasikan tindakan tertentu yang tidak pernah diterima oleh negara-negara terkait. Hal ini harus berakhir sekarang. OKI harus seperti PBB yang bisa memberikan tekanan,” katanya, Ahad (6/5/2018) waktu setempat.

Dia menambahkan, ada beberapa negara di OKI seperti Pakistan yang kuat dan memiliki suara dalam urusan internasional. Menurutnya, OKI perlu dihormati oleh dunia. Keputusannya itu dapat diimplementasikan jika anggota OKI berdiri bersama.

Pejabat lainnya mengatakan Islamabad percaya bahwa OKI memiliki kekuatan untuk membantu menyelesaikan masalah Kashmir.

“Waktu untuk berpangku tangan sudah berakhir. Kita harus segera mencari solusi Kashmir melalui langkah-langkah praktis. Jika anggota OKI bersatu, kita dapat menekan India untuk menyelesaikan masalah Kashmir,” katanya, sebagaimana dilansir The Nation, Senin (7/5/2018).

Dia mengatakan negara-negara seperti Arab Saudi dan Iran perlu memainkan peran aktif karena mereka memiliki hubungan yang baik dengan India. OKI menekankan perlunya menyelesaikan perselisihan dan konflik yang berkepanjangan melalui negosiasi atau dengan cara-cara damai lainnya.

Semua itu mereka deklarasikan pada pertemuan OKI yang diadakan di Dhaka pada 5-6 Mei 2018. Tema dari pertemuan tersebut adalah ‘Nilai-nilai Islam untuk perdamaian, solidaritas, dan pembangunan berkelanjutan’. Negara-negara anggota OKI setuju bahwa arsitektur perdamaian dan keamanan OKI perlu diaktifkan untuk tujuan tersebut.

Deklarasi itu menyatakan bahwa negara-negara OKI menegaskan kembali dukungan untuk Palestina. Guna mendapatkan kembali hak-hak mereka yang tidak dapat dicabut. Termasuk hak kebebasan, kemerdekaan dan kedaulatan Negara Palestina di perbatasan pra-1967 dengan Al-Quds Asy-Syarif sebagai ibu kotanya.

Dalam konteks ini, OKI dengan tegas menolak pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Mereka juga mengutuk keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Negara-negara anggota OKI mengundang semua anggota komunitas internasional untuk tetap berkomitmen pada status Al-Quds Asy-Syarif dan semua resolusi PBB terkait. Mereka juga menegaskan kembali solidaritas yang kuat dengan orang-orang Kashmir yang diduduki. Di mana mereka telah berjuang untuk mendapatkan hak mereka.

Negara-negara anggota OKI juga mengungkapkan keprihatinan mendalam atas tindakan brutal sistematis yang dilakukan oleh pasukan keamanan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.

Mereka juga mengulangi dukungan untuk penyelesaian konflik Afghanistan melalui proses rekonsiliasi nasional yang dipimpin oleh pemerintah Afghanistan. Sebelumnya, Pakistan menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan upaya untuk menciptakan lingkungan yang mendorong kerja sama dan pembangunan di kawasan ini dan sekitarnya.

Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Tehmina Janjua mengatakan pembangunan terkait erat dengan perdamaian dan keamanan.

“Upaya kami menuju pembangunan berkelanjutan harus disinkronkan dengan upaya untuk perdamaian abadi,” ujarnya.

Janjua menilai, tanpa menyelesaikan perselisihan, impian pertumbuhan ekonomi, realisasi potensi ekonomi penuh negara, pembangunan dan stabilitas akan tetap tidak terpenuhi.

Dia menekankan bahwa OKI harus melipatgandakan upayanya dalam berkoordinasi lebih dekat dan menjangkau konstituen penting di dunia Barat. Guna menghentikan perkembangan negatif yang bertujuan untuk memfitnah agama Islam. (Vina)

 

Baca Juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here