Pakai Celana Cingkrang Apakah Haditsnya Shahih? Ini Penjelasan Gus Baha

262
Gus Baha. (Foto: narasi)

Jakarta, Muslim Obsession – Banyak ditemukan kalangan umat Islam yang menggunakan celana cingkrang. Anjuran celana cingkrang katanya disebut merupakan sunnah Nabi, karena terdapat hadits yang menyatakan demikian.

Benarkah? KH Ahmad Bahauddin Nursalim, Ulama yang juga pengasuh Pesantren Tahfidz LP3IA, Narukan, Kab. Rembang, dalam suatu majelis pengajian kitab bersama para santri pernah menjelaskan hadits Nabi tentang celana cingkrang.

Berikut penjelasan Gus Baha seperti dikutip dalam iqra.id

Orang-orang yang memakai cingkrang itu membaca haditsnya cuma setengah. Nabi mengutus sahabat kalau sarungan harus nishfus-saq ( نِصْفِ السَّاقِ), artinya di bawah lutut dan di atas mata. Berarti nishfus-saq kan jadinya cingkrang.

Haditsnya memang shahih, tapi Nabi kan sabdanya diteruskan,

فَإِنْ أَبَيْتَ فَمِنْ وَرَاءِ السَّاقِ وَلَا حَقَّ لِلْكَعْبَيْنِ
“Kalau kamu tidak mau, yang penting jangan menutupi mata kaki…”

Rata-rata kiai alim itu yang penting di atas mata kaki. Sebab, zaman dahulu, sahabat Abu Bakar pernah menawar kepada Nabi. “Kanjeng Nabi, kaki saya itu kurus, pantasnya ya ditutupi sampai bawah.”

Kata Nabi, “Ya sudah tidak apa-apa.”

“Gampangannya, kalau kaki Rukhin gudiken (ada kudik) kan repot. Jadi pantasnya ya ditutupi,” tegasnya. (Albar)

Berikut video ceramah Gus Baha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here