Ozil Hengkang dari Timnas, Picu Perdebatan di Jerman

605
Mesut Ozil Bersama Kanselir Angela Merkel

Berlin, Muslim Obsession – Bintang sepak bola Arsenal, Mesut Ozil mengukuhkan pengunduran dirinya dari tim nasional Jerman, Senin (23/7/2018). Pengunduran diri pemain sepakbola keturunan Turki tersebut kemudian menuai perdebatan-perdebatan di Jerman.

Menteri Kehakiman Jerman, Katharine Barley, menilai pernyataan Ozil terkait pengunduran dirinya itu merupakan sebuah peringatan.

Barley mengatakan melalui akun media sosialnya, “Pengunduran diri seorang bintang sepakbola besar seperti Ozil karena mengalami diskriminasi ras dan merasa tidak dinaungi oleh Federasi Sepakbola Jerman (DFB) merupakan sebuah peringatan.” ujarnya seperti dilansir haberturkSelasa (24/7/2018).

Sementara, Wakil Juru Bicara Pemerintah Jerman, Ulrike Demmert, mengungkapkan keputusan pengunduran diri Ozil patut dihormati. Demmert mengatakan, Kanselir Merkel menghargai prestasi Ozil sebagai seorang pemain bola.

Demmert juga menyebut bahwa Jerman adalah negara yang terbuka kepada dunia, dan olahraga merupakan sarana adaptasi yang sukses di Jerman.

Dia juga menekankan bahwa Merkel sangat mementingkan adaptasi dan menyatakan bahwa kebanyakan warga Turki di Jerman telah beradaptasi dengan kebudayaan Jerman. Contoh-contoh sukses adaptasi tersebut dalam bidang olahraga dan ekonomi.

Perdebatan henkangnya Ozil, mendapat respon juga dari Mantan juru bicara, Harald Stenger. Dia mengatakan bahwa ketua DFB sekarang merupakan ketua terburuk dalam 50 tahun terakhir.

Mantan juru bicara DFB, Harald Stenger, terkait perdebatan tersebut, mengatakan bahwa ketua DFB sekarang Reinhard Grindel merupakan ketua terburuk dalam 50 tahun terakhir. Bukan hanya dalam kasus Ozil, Grindel juga tidak mampu mengelola krisis maupun isu-isu lainnya dalam federasi karenanya dia disebut sebagai ketua DFB terburuk selama 50 tahun.

Selain itu, Ketua Persatuan Rehabilitasi dan Atlet Penyandang Disabilitas yang juga merupakan mantan anggota dewan Komisi Olahraga dari Partai Hijau, Ozcan Mutlu, mengatakan fakta bahwa Ozil terpaksa mengundurkan diri karena dia melihat tindakan terhadapnya itu merupakan sebuah skandal yang besar.

Mutlu menilai ketua DFB Grindel merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam skandal tersebut. “Ozil telah berkontribusi dalam persepakbolaan Jerman, dia merupakan seorang pemain yang handal dan banyak berprestasi di kejuaraan Eropa maupun dunia. Menjadikan Ozil sebagai kambing hitam dalam hal ini merupakan sebuah noda bagi dunia olahraga Jerman dan negara Jerman sendiri,” ungkapnya.

Mutlu juga mengatakan bahwa kejadian yang dialami Ozil merupakan suatu pertanda bahaya bagi para migran di Jerman.

“Seberapa banyak kamu berjuang untuk Jerman, baik kamu adalah seorang juara dunia maupun seseorang yang berhasil di politik, kamu tetap saja adalah seorang Turki, orang asing, korban rasisme. Ini menuju ke arah yang berbahaya. Federasi Jerman, para politikus, Presiden dan Perdana Menteri harus mencari cara untuk menghentikan diskriminasi ras yang dialami oleh warga Turki,” tukasnya.

Sebagai informasi, Ozil yang ikut berlaga pada Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia bersama rekannya di timnas Jerman Ilkay Gundogan dan pemain Liga Premier Inggris Cenk Tosun bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan di London dalam acara malam bantuan dan pendidikan bulan Mei lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Ozil menghadiahkan seragam timnya dan berfoto bersama Presiden Erdogan. Ozil dan Gundogan mendapatkan banyak kritik dan serangan rasis hingga ancaman kematian akibat foto tersebut dari publik Jerman. (Bal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here