Organisasi Muslim Kecam Vandalisme Islamofobia di Masjid Prancis

77

Muslim Obsession – Organisasi Muslim Prancis pada Selasa (23/2/2021) mengecam keras vandalisme masjid yang sedang dibangun di Strasbourg dengan coretan Islamofobia.

Kata-kata, “Tidak untuk Islam, kembalilah ke desamu,” disemprotkan ke pagar situs Masjid Sultan Eyyub, yang, setelah selesai, akan menjadi tempat ibadah Muslim terbesar di Eropa.

Dalam sebuah pernyataan video, Konfederasi Islam Milli Görüş (CIMG), kelompok yang mengawasi pembangunan masjid, menyatakan kekecewaannya atas pesan Islamofobia dan rasis.

“Tidak ada kerusakan material, tapi simbolismenya kuat,” demikian tweet dari pengurus masjid, dilansir Daily Sabah.

“Namun, insiden ini mencerminkan iklim merusak yang sedang dialami Prancis hari ini. Memang, pernyataan remeh yang menargetkan Muslim dalam wacana media merendahkan musuh yang hidup bersama,” tambahnya.

Seorang pria berusia 21 tahun yang ditahan oleh polisi mengaku telah melakukan vandalisme, kata kantor kejaksaan Strasbourg, harian Prancis Derniers Nouvelles d’Alsace (DNA) melaporkan.

Dia dibebaskan sebelum penampilan berikutnya setelah mengaku bersalah, kata laporan itu. Motif atau maksud di balik vandalisme tersebut masih belum diketahui.

Baca Juga: Polisi Pastikan Pelaku Vandalisme di Mushalla Darussalam Bukan Orang Gila

CIMG mengatakan dalam beberapa pekan terakhir telah menerima beberapa pesan ancaman, yang gagal ditanggapi oleh pihak berwenang.

Vandalisme baru-baru ini mendapat kecaman luas oleh badan-badan nasional seperti Dewan Ibadah Muslim Prancis (CFCM) dan Union of Mosques (UMF).

Masjid Agung Strasbourg mengatakan tindakan kebencian dan intoleransi yang hina “bertujuan untuk memecah belah komunitas nasional dan mengadu domba komunitas agama satu sama lain, sementara mereka hidup dalam harmoni yang sempurna.”

Pada hari Minggu, masjid lain, kali ini di Spanyol, menjadi sasaran ledakan dan insiden itu dikecam oleh masyarakat setempat.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here