Organisasi Kebebasan Palestina Kecam Keputusan Presiden Guatemala 

452
Presiden Guatemala Jimmy Morales berbicara di konferensi AIPAC di Washington DC (Photo: Reuters)

Washington, Muslim Obsession – Keputusan Presiden Guatemala Jimmy Morales, memindahkan kantor kedutaan besar Guatemala yang selama ini ada di Tel Aviv ke Yerusalem, dikecam oleh Organisasi Kebebasan Palestina atau PLO.

Seperti dilansir Al-Jazeera, Rabu (7/3/2018), Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif PLO mengatakan tindakan Guatemala itu berbahaya dan sangat provokatif.

Ashrawi menilai Morales telah bermitra dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump dalam melanggar hukum internasional dan merongrong kemungkinan perdamaian. Di samping tuduhan yang menimpa Morales dalam kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

“Kami mendesak masyarakat internasional untuk campur tangan dan menahan pendudukan Israel beserta mitranya. Guna bertanggungjawab atas pelanggaran nyata dan tindakan provokatif yang memicu api dalam situasi yang sudah tidak stabil dan memanas,” ujarnya.

Jimmy Morales secara resmi telah mengumumkan akan memindahkan kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 16 Mei 2018. Yakni, dua hari setelah Amerika Serikat mengumumkan langkah serupa.

Presiden Guatemala mengumumkan hal tersebut dalam konferensi tahunan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) di Washington beberapa hari lalu. Morales mengatakan, langkah kedutaan tersebut dengan kuat membuktikan dukungan dan solidaritas Guatemala terhadap rakyat Israel.

“Pada bulan Mei tahun ini, kita akan merayakan ulang tahun ke-70 Israel. Kemudian, di bawah instruksi saya, dua hari setelah Amerika Serikat memindahkan kedutaannya, Guatemala akan memindahkan kedutaan secara permanen ke Yerusalem,” katanya.

Ini bukan pertama kali Guatemala mengumumkan pemindahan kedutaan besarnya. Sebelumnya, mantan presiden Guatemala (1993-1996) Ramiro de Leon Carpio, seorang pendukung besar Israel, telah memerintahkan pengalihan kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Namun, Ramiro terpaksa menarik keputusannya setelah negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim mengancam akan menangguhkan pembelian ekspor terbesar Guatemala, Kapulaga. (Vina)

 

 

 

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here