Orangtua Wajib Tahu! Ini Efek Negatif Berteriak kepada Anak

582
Ilustrasi Orangtua Memarahi Anak

Muslim Obsession – Orangtua kadang suka berteriak-teriak kepada anaknya. Apalagi saat sang anak membuat jengkel atau melakukan hal yang tidak sepantasnya.

Namun, mulai saat ini, hindari mendisiplinkan anak dengan cara berteriak. Akan lebih baik bila Anda mengikuti saran dari dr. Fiona Amalia, MPH dikutip dari KlikDokter berikut ini:

  1. Jangan hanya berkata bahwa si Kecil tidak boleh berlari-larian saat makan. Jelaskan juga mengapa aturan ini penting untuk dipatuhi. Anda bisa mengatakan bahwa berlari saat makan berbahaya, karena ia bisa tersedak. Berikan penjelasan yang singkat, padat, dan jelas, karena anak akan cenderung mengabaikan nasihat yang bertele-tele.
  2. Gunakan nada yang tegas tetapi tetap terkontrol. Anda harus tenang dan tidak terbawa emosi saat memberikan penjelasan.
  3. Ketimbang mengatakan apa yang salah, lebih baik katakan apa yang seharusnya dilakukan. Contoh, “Kalau mau loncat-loncat, di lantai, ya. Sofa itu tempat duduk. Kalau diloncati nanti rusak.” Hindari sekadar mengatakan “Jangan loncat-loncatan di sofa!” sembari berteriak.
  4. Teriakan, ancaman, dan hukuman yang tidak tepat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang Karenanya, berikan konsekuensi yang mengarah pada perilaku tertentu, tetapi disertai peringatan yang jelas. Misal, anak Anda memukul wajah temannya dengan mainan. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengambil mainannya, lalu jelaskan bahwa mainan itu bukan sebagai alat pukul. Jika sudah mengerti, beri kesempatan si Kecil untuk meminta maaf.

Melampiaskan rasa lelah, stres, marah, dan frustasi dengan berteriak memang kadang melegakan. Akan tetapi, perlu diingat juga bahwa efek lega hanya berlangsung selama beberapa detik, sementara sisanya adalah penyesalan.

Berteriak justru membuat mereka lebih sulit untuk mendisiplinkan diri, karena setiap suara keras yang Anda lontarkan menurunkan sikap penerimaan mereka. Bahkan, dilansir dari Healthline, berteriak juga bisa membuat anak berperilaku lebih agresif, baik secara fisik maupun verbal.

Berteriak dalam konteks apapun merupakan ekspresi kemarahan, yang membuat anak-anak ketakutan dan merasa tidak aman. Sementara itu, ketenangan akan membuat anak-anak merasa dicintai dan diterima, terlepas dari perilaku buruk mereka. Ketika si Kecil merasa  lebih “aman”, mereka akan cenderung memiliki keinginan untuk berubah lebih baik secara mandiri.

Oleh sebab itu, hindari mengandalkan teriakan untuk membuat anak bersikap disiplin. Selain menghabiskan energi, berteriak pada anak juga bisa memberikan dampak negatif pada psikologisnya. Karena itu, Anda diharapkan mampu mengatur emosi dan menggunakan cara lain yang lebih bijak untuk mendisiplinkan si buah hati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here