Ojo Mudik Karya Terakhir Didi Kempot Melawan Corona

1773

Jakarta, Muslim Obsession – Penyanyi Didi Kempot telah meninggal dunia di Solo, Selasa (5/5/2020) pukul 07.30 WIB. Kabar ini sangat mengejutkan karena sebelumnya Didi masih beraktivitas seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda dia sakit.

Bahkan ia beberapa lalu masih kerap tampil di televisi untuk melakukan konser amal melawan COVID-19. Ia juga telah membuat lagu campursari dengan judul “Ojo Mudik” Ini adalah karya terakhir sang Maestro sebelum meninggal dunia. (Baca juga: ‘Lord Didi’ Berpulang, Ini Profil Singkatnya..)

Lagu yang berarti jangan mudik itu sengaja dibuat di masa pandemi Covid-19. Musisi yang dijuluki “God Father of Broken Heart” atau juga populer dengan Lord Didi tersebut mengajak Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai, dan Dandim 0735/Solo Letkol Inf Wiyata Sempana Aji berkolaborasi dalam pembuatan video klip lagu tersebut.

Lagu tersebut telah dipublikasikan oleh akun Youtube Didi Kempot pada 28 April 2020. Lagu itu berisi tentang virus corona yang tiba-tiba datang, ajakan untuk rajin cuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak, serta bersama-sama untuk melawan corona. Pesan utama lagu tersebut agar para perantau tidak mudik.

Penggalan lirik lagu tersebut di antaranya, “Mak bedunduk mak pethungul virus Corona nengngopo kowe njedhul. Mak bedunduk mak pethungul ojo cedhak-cedhak awas ojo podho kumpul. Jaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Ojo lali nyenyuwuno sing banter.”

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo terlihat ikut bernyanyi di beberapa bagian lagu tersebut dengan mengambil lokasi di Rumah Dinas Loji Gandrung. Saat dimintai konfirmasi, Wali Kota mengatakan pengambilan gambar video dilakukan sekitar dua pekan lalu.

“Saya diminta ikut membantu. Beliau [Didi Kempot] dengan saya memang komunikasi,” kata Wali Kota kepada wartawan, Sabtu (2/5).

Rudyatmo menyatakan, lagu tersebut isinya sesuai untuk sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada masyarakat. Terlebih, lirik dan nada lagu cukup mudah dipahami masyarakat terutama orang Jawa.

“Lagunya menggunakan bahasa yang mudah, seperti kata ‘mak bedunduk’. Itu sering kita dengar dan dulu sering diucapkan oleh Mas Mamiek Prakoso [pelawak Srimulat yang merupakan kakak Didi Kempot],” paparnya.

Lagu tersebut juga sangat pas untuk mengajak agar para perantau tidak mudik, termasuk ke Kota Solo. Sebab, selama ini Kota Solo menjadi salah satu daerah tujuan mudik. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here