Nu’aiman: Sahabat yang Selalu Bikin Nabi Tertawa

453

Jakarta, Muslim Obsession – Rasulullah Saw memiliki banyak karakter yang berbeda-beda ada keras dan tegas seperti Umar bin Khattab, ada yang lembut seperti Abu Bakar as Siddiq, ada juga yang pemalu seperti Usman bin Affan. Namun ada juga yang selalu ceria, dan selalu bikin Nabi tertawa.

Sahabat yang kerap membuat Nabi tertawa itu bernama Nu’aiman yang terkenal suka melawak dan jahil. Kisah tentang Nuaiman ini termaktub dalam syarah “Ihya Ulumuddin” karangan Imam Al-Ghazali.

Nu’aiman bin Amru bin Rafa’ah Nu’aiman bin Amru bin Rafa’ah adalah salah seorang sahabat Nabi yang merupakan penduduk Madinah dari kalangan kaum Anshar. Nu’aiman juga seorang mujahid dan ia merupakan Ashabul Badr karena ikut terlibat dalam perang badar bersama Rasulullah dan para sahabat yang lainnya.

Namun malangnya Nu’aiman pernah menjadi seorang pemabuk yang ketagihan arak semasa zaman Rasulullah Saw. Akibat kelakuannya ia dipanggil Rasulullah Saw, berkata Rasulullah kepada Nuaiman

“Apa yang engkau lakukan wahai Nuaiman?” Kemudian Nuaiman menjawab “Saya meminum-minuman keras wahai Rasulullah.”

Mendengar jawaban itu Rasulullah mencambuk Nu’aiman dan ia akhirnya meminta maaf dan ingin bertaubat. Tetapi dikemudian hari Nu’aiman ketahuan lagi meminum-minuman keras sehingga Rasulullah mencambuk lagi.

Melihat kejadian itu sebagian para sahabat juga ikut memukul. Juga sebagian sahabat mengatakan “Semoga Allah melaknat Nu’aiman karena memainkan Rasulullah Saw.” Mendengar perkataan itu maka Rasulullah Saw berkata “Jangan kamu laknat Nuaiman, karena dia cinta dengan Allah dan Rasulnya.”

Tingkah Laku Nu’aiman

Dalam riwayatnya Ibn Majah menceritakan suatu ketika Sayyidina Abu Bakar as Siddiq mengajak dua sabahat Rasulullah Saw untuk berniaga di Busra dengan rombongannya. Sesampainya di Busra masing-masing mendapatkan tugas dari Sayyidina Abu Bakar kecuali Nu’aiman.

Sementara itu, Suwaibith yang dikenal dengan senantiasa selalu menjaga amanah, maka ia ditugaskan Sayyidina Abu Bakar as Siddiq untuk menjaga makanan. Satu ketika menjelang siang Nu’aiman yang mulai kelaparan meminta jatah makanan kepada Suwaibith.

Suwaibith yang amanah menjalankan tugasnya memberitahu Nu’aiman bahwa dia akan mengeluarkan bekalan makanan tersebut ketika Sayyidina Abu Bakar telah tiba ditempat mereka.

Mendengar itu Nu’aiman jengkel dan ia berkata; “Sungguh aku akan membuat engkau marah wahai Suwaibith!

Ketika itu tibalah sekelompok kafilah disekitar mereka. Nu’aiman mengambil kesempatan dengan bertanya kepada mereka. Apakah kalian mau membeli hamba sahaya yang tangkas dan pandai bicara?

Kemudian kafilah tersebut setuju untuk membeli hamba sahaya dari Nu’aiman seharga 10 unta dan Nuaiman berpesan bahwa hamba sahaya yang dijualnya memiliki aib dan ia akan berkata “Saya orang merdeka (bukan hamba sahaya)”. Apabila dia berkata demikian, acuhkan saja dan jangan dengarkan omongannya.

Lantas mereka pun mendatangi Suwaibith dan berkata; “Kami telah membelimu! Kemudian Suwaibit terkejut dan berkata “Dia (Nu’aiman) pembohong, saya adalah seorang lelaki yang merdeka,”

Kemudian mereka berkata; “Dia telah mengabarkan kepada kami bahwa kamu akan bilang seperti itu.” Mereka mengikatkan tali keleher Suwaibith dan membawanya pergi.

Ketika Sayyidina Abu Bakar datang dan beliau terkejut Suwaibith tidak ada, kemudian dengan polosnya Nu’aiman berkata kepada Sayyidina Abu Bakar bahwa Suwaibith sudah dijual oleh dirinya.

Mendengar perkataan itu Sayyidina Abu Bakar dan para sahabatnya pergi menemui kafilah dan menjelaskan kondisi yang sebenarnya lantas mengembalikan seharga 10 unta untuk mengambil Suwaibith kembali.

Membuat Rasulullah Tertawa

Sesampainya di Madinah Sayyidina Abu Bakar as Siddiq menceritakan peristiwa tadi kepada Rasulullah Saw. Alih-alih marah kepada sahabat Nu’aiman, baginda Rasul malah tertawa sehingga nampak gigi geraham Rasul setelah mendengar peristiwa itu.

Nu’aiman adalah pembawa kegembiraan. Mungkin karena itu, Rasulullah Saw pernah berkata; “Nu’aiman akan masuk surga sambil tertawa, karena ia sering membuatku tertawa.”

Tidak hanya itu dalam cerita lain dikisahkan, suatu hari ketika Nu’aiman dikabarkan sakit mata, Rasulullah Saw menengoknya. Ternyata Rasulullah Saw melihat Nu’aiman sedang asyik memakan kurma.

Melihat itu kemudian Rasulullah Saw bertanya “Apa boleh makan kurma, matamu kan sedang sakit?”

Kemudian dengan santainya Nu’aiman menjawab; “Saya mengunyah dari arah mata yang tidak sakit.”

Mendengar jawaban itu Rasulullah Saw kembali tersenyum dan tertawa untuk kesekian kalinya. Rasulullah Saw dijuluki “bassam”, orang yang wajahnya suka tersenyum.

Ia amat sangat jarang merengut apalagi bersungut-sungut. Ia tidak menyukai pertengkaran atau gemar menantang orang ber-muhabalah untuk meyakinkan orang tentang keunggulan argumennya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here