Nina Nugroho ‘Nyaman’ di Desain Muslimah Aktif

271
Nina Nugroho Founder Nina Nugroho (Foto: Fikar/OMG)

Muslim Obsession Merintis bisnis dari hal yang disenangi turut diperkaya ketajaman ilmu bisnis sang suami, langkah Nina menapaki industri busana muslimah terbilang cemerlang. Dia pun tak mudah berpuas diri untuk terus melakukan riset kebutuhan busana setiap muslimah aktif yang tak ketinggalan zaman.

Kota Bogor dipilih Nina Nugroho sebagai titik pertemuan dengan Muslim Obsession. Di sana, Nina bersama tim sedang melakukan pemotretan produk baru yang diluncurkan pada setiap tanggal 25 dan 10.

Sistem waktu peluncuran tersebut merupakan bagian dari business plan yang dirancang bersama suami tercinta. Pasangan pengusaha ini saling mengisi dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis busana muslimah yang cukup kompetitif.

Peran Nina dalam label busana muslimah aktif ini terbilang sebagai eksekutor sekaligus konseptor. Usai merampungkan soal mendesain busana, dia juga turut terlibat dari A to Z. Mulai dari pemilihan bahan ke pabrik, mengawasi proses produksi, promosi, operasional, hingga penjualan.

Di tahun kedua label Nina Nugroho, perempuan bersuara lembut ini memaparkan masih dalam tahap menjaga marwah karakter dan identitas. Dia ingin memperkuat proses transfer taste dan konsistensi desain kepada semua tim.

“Untuk saat ini, saya masih mendesain sendiri berdasarkan hasil riset dan survei guna memperbarui kebutuhan muslimah aktif. Pemilihan warna, desain, maupun bahan yang nyaman dikenakan dan mudah bergerak sesuai tagline kami, modest fashion for active muslima. Di tahun ini, kami juga memutuskan hanya memfokuskan kepada koleksi nina nugroho office,” ungkap lulusan LSPR-Jakarta ini.

Dilihat dari perkembangan bisnis, yakni target dan pencapaian, grafiknya termasuk melompat tinggi. Berdasarkan kisahnya, transaksi repeat order hingga Juli 2018 mencapai 91%. Nominal ini terus bergerak naik dari setahun kemarin.

Alhamdulillah, pemesanan kembali ini buah dari ikhtiar dan doa kami bersama-sama. Sekaligus pemacu berkarya lebih baik dari yang sebelumnya. Kami tak boleh terlena, karena industri mode muslimah terus berkembang di masa mendatang,” tutur Nina.

Bicara soal investasi, dia jujur masih berasal dari kocek sendiri. Target penjualan tahun ini sudah 3x lipat dari tahun sebelumnya. Kurvanya masih dalam satuan miliaran rupiah.

Kerja keras Nina dan tim tersebut tak bisa dilepaskan dari faktor celah bisnis busana muslimah aktif yang terbuka dengan peluang pemain baru. Belum ada monopoli deretan brand tertentu, seperti desain busana muslimah yang glamor.

Tak hanya itu, dia masuk ke industri ini dengan sejumlah pengalaman bisnis fashion sebelumnya, sehingga intuisinya telah terasah dalam menelaah kebutuhan pasar dan memadukan sentuhan yang sedang trendi.

Lewat warna, cutting, ataupun aksen. Keunggulan lain yang setia dirawatnya hingga saat ini adalah poin bahan yang nyaman dikenakan muslimah aktif, bahkan perempuan yang belum berhijab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here