Ngopi Jadi Ritual dan Doping PPIH Arab Saudi

449
Ngopi jadi kegiatan rutin PPIH Arab Saudi (Foto: PHU)

Madinah, Muslim Obsession – Bertugas di Arab Saudi dalam waktu yang cukup lama bukanlah perkara gampang bagi personil PPIH Arab Saudi. Selain volume kerja, tekanan cuaca terik tanah Saudia, rasa kangen keluarga juga sebuah tantangan yang tidak biasa.

Dalam kurun waktu sampai 76 hari, petugas haji harus berpisah dari sanak saudara. Tidak banyak hal yang bisa dilakukan. Jangankan untuk berjalan-jalan menjadi hiburan. Mencari waktu untuk bisa beribadah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi juga bukan hal mudah.

Misal saja petugas di Daker Airport yang harus berjaga per 12 jam tiap harinya. Rasa kantuk dan lelah memaksa harus beristirahat cukup agar kembali prima saat bertugas esoKnya. Salah satu hal yang cukup ‘membahagiakan’ selain melayani tamu Allah bagi mereka adalah bercengkerama sesama petugas saat tidak ada kedatangan Jamaah.

Tidak jarang ditemui, mereka berbincang dengan petugas-petugas dari negara lain meski kadang harus menggunakan bahasa ‘tarzan’. Lebih banyak antar petugas dalam kelompok kecil, karena dilarang berkumpul dalam jumlah banyak oleh otoritas bandara, harus ‘mojok’ sambil ngopi bersama.

Sebut saja Harto dan Reinladi alias Ucok dua petugas penerima kedatangan di depan terminal haji yang tampak sering ngopi bareng. Bukan kopi selangit harganya, mereka cukup ngopi dengan nyeduh sendiri dari air dispenser. Kopinya mungkin bukan kopi istimewa seperti yang dijajakan di bandara, tapi suasana pertemanan dan persaudaraan terasa luar biasa. Meski kadang kopi satu cangkir untuk semua, justru nikmatnya ada di sana, kata mereka.

“Pernah saya diajak ngopi sama petugas Arab, asal saya bilang ‘gahwa-gahwa’ saja sama mereka. Hebatnya lagi saya jadi kuat melek saat tugas 18 jam setelah minum gahwa Arab,” ujar Ucok saat menunggu kedatangan jamaah.

Harto pun tidak berbeda. Baginya kopi semacam doping untuk mengusir kantuk saat bertugas malam dan menjaga stamina di siang harinya.

“Kalau gak ngopi berat mata ane Bang,” dengan logatnya yang khas Betawi saat berbincang di Bandara Madinah, Kamis (26/7/2018) WAS, seperti dilansir PHU, Jumat (27/7/2018).

Ngopi seperti sebuah ritual untuk mengurangi rindu keluarga. Saat ngopi ada saja yang mereka obrolkan. Saling bertukar gambar dari gadget yang mereka genggam, saling bercerita dengan candaan-candaan kecil, sampai pada ‘curhatan’ tentang pekerjaan dan hal lainnya. Namun saat jamaah tiba, mereka bergegas menuju ‘pos’ masing-masing tanpa komando melaksanakan tugasnya.

Bagaimana pun, menjadi petugas haji menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin merupakan kehormatan dan kemuliaan dari Allah Swt. Terhormat karena mendapatkan tugas negara menjadi duta di negara lain. Mulia karena mendapatkan amanah sebagai pelayan tamu Allah di tanah suci. Dan petugas haji merupakan orang-orang terpilih yang dipanggil Allah melalui sebuah misi mulia yang diidamkan banyak orang. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here