Ngeri! Ini Bahaya Duduk Lebih dari 6 Jam Sehari

356
Bahaya duduk terlalu lama (Foto: Inverse)

Muslim Obsession – Kurangnya aktivitas fisik diproyeksikan menempatkan hampir 1,4 miliar orang di seluruh dunia dalam risiko penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit jantung.

Seolah-olah risiko kesehatan itu sendiri tidak cukup untuk menggambarkan bahaya duduk terlalu lama. Perilaku menetap yang lama didefinisikan sebagai duduk – baik di meja kerja atau di depan TV – setidaknya selama enam jam per hari.

Leonie Heron, Ph.D. kandidat di Queens University Belfast yang menulis karya ini, menunjukkan dalam makalahnya bahwa perilaku duduk yang berkepanjangan dikaitkan dengan 69.279 kematian di Inggris pada 2016. Makalah ini sendiri diterbitkan Senin lalu dalam jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat.

“Saya berharap bahwa masyarakat lebih sadar tentang bagaimana perilaku mereka sendiri mempengaruhi kesehatan mereka, yang pada gilirannya berdampak kepada biaya uang layanan kesehatan,” kata Heron seperti dilansir situs Inverse, Rabu (27/3/2019).

Peneliti memperkirakan terlalu banyak duduk adalah penyebab utama di belakang 16,9 persen kasus diabetes tipe dua. Duduk terlalu lama juga menjadi penyebab 4,9 persen kasus penyakit kardiovaskular dan 11,6 persen kematian karena semua penyebab kematian di Inggris. Selain itu, duduk lama adalah biang keladi dari 7,5 persen kanker paru-paru, sembilan persen kanker usus besar, dan delapan persen kanker endometrium.

Heron mengatakan pengurangan aktivitas sedentari yang sederhana sekalipun dapat memiliki efek besar pada tingkat populasi. Menurut dia, jika bahkan 10 persen orang berhasil duduk kurang dari enam jam per hari maka 4.802 nyawa bisa diselamatkan pada 2016. Jika 30 persen orang melakukannya, 12.006 orang bisa diselamatkan. Jika 50 persen dari negara itu berhasil melakukannya, maka 24.012 orang mungkin tidak mati.

Berdasar fenomena yang ada, 29 persen pria dan perempuan di Inggris tidak bergerak selama setidaknya enam jam per hari kerja pada 2016. Duduk adalah bagian yang tak terhindarkan dari pekerjaan kantoran, misalnya. Tetapi masih ada cara untuk mengurangi risiko salah satunya melakukan aktivitas fisik ringan.

Heron merekomendasikan untuk berjalan-jalan saat makan siang atau berdiri saat rehat kopi daripada duduk. Jika sudah berdiri atau bergerak sambil mengeluarkan lebih banyak energi, maka tidak perlu lagi duduk.

“Ada manfaat kesehatan yang cukup besar dengan beralih dari perilaku duduk ke aktivitas fisik ringan,” ujarnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here