‘Ngalap Berkah’, Bolehkah?

83
Ustadz Drs. H. Syamsuri Halim, MAg

Pertanyaan seputar kajian fikih dapat dikirimkan ke redaksi dan setiap pertanyaan akan dijawab oleh Ustadz Drs. H. Syamsuri Halim, MAg (Dosen Fakultas Hukum Islam di Universitas Attahiriyah & STAI Azziyadah Jakarta).

Pertanyaan: Di kalangan Nahdliyin dikenal adanya ‘ngalap berkah’ kepada para kiai. Apakah ada tuntunan dari Rasulullah tentang hal ini?

Jawaban:

Berikut ini penuturan ulama syafi’iyah yang saya ambil dari Kitab Ihya Ulumiddin dan Fathul Barri. Para ulama dan orang saleh memang ada barokahnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اَلْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ “. رواه ابن حبان (١٩١٢) وأبو نعيم في “الحلية” (٨/١٧٢) و الحاكم في “المستدرك” (١/٦٢) و الضياء في “المختارة” (٦٤/٣٥/٢) و قال الحاكم : “صحيح على شرط البخاري” . و وافقه الذهبي.

“Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Berkah Allah bersama orang-orang besar di antara kamu,” (HR. Ibn Hibban (1912), Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (8/172), al-Hakim dalam al-Mustadrak (1/62) dan al-Dhiya’ dalam al-Mukhtarah (64/35/2). Al-Hakim berkata, hadits ini shahih sesuai kriteria al-Bukhari, dan al-Dzahabi menyetujuinya.)

Al-Imam Al-Munawi menjelaskan dalam Faidh Al-Qadir, bahwa hadits tersebut mendorong kita mencari berkah Allah Swt. dari orang-orang besar dengan memuliakan dan mengagungkan mereka. Orang besar di sini bisa dalam artian besar ilmunya seperti para ulama, bisa pula, besar dalam segi usia, seperti orang-orang yang lebih tua, dan orang-orang yang banyak ilmu agamanya.

Al-Imam Hujjatul Islam Imam Al-Ghozali memuliakan para Wali dengan cara berziarah ke makam-makam para wali. Dan ini Sunah yang dilakukan orang-orang shalih di zaman dahulu, yaitu ziarah kubur namun dalam berziarah kubur ini hindarilah mencium batu nisan dan juga meraba-raba tanah perkuburan karena di zaman sang Imam orang nasrani dan yahudi sering melakukan hal tersebut.

Sementara memuliakan mereka dengan cara kita berziarah ke kuburnya dan berdoa di dekat kuburan adalah yang disukai. Sebab kita tahu banyak tempat yang mustajabah antara lain menurut Ihya Ulumiddin adalah makam aulia allah. Kita mendoakan yang telah meninggal dan setelah itu baru kita berdoa kepada Allah Swt. untuk diri kita, karena di makam para nabi, makam para rasul dan juga makam para sholihin itu malaikat mondar-mandir untuk memenuhi kebutuhan para orang-orang sholeh ini.

Karena malaikat mondar-mandir maka kita berdoa kepada Allah Swt. agar malaikat ikut membawa juga doa-doa kita. Inilah tafsiran tentang ‘ngalap berkah’ yang saya ambil dari pendapat Imam Al-Ghozali dalam Ihya Ulumiddin dan Syekh Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Kitab Fathul Bari.

Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here