Natsir adalah Sejarah Besar, Teladan Ideal

757

Ketiga, berdebat dengan guru. Natsir sendiri menyatakan bahwa dirinya terkadang berdebat dengan A. Hassan. Benar-benar berdebat, katanya. Tentu saja berdebat dalam makna dan cara yang dibenarkan. Berdebat untuk mendapatkan kebenaran bukan mencari pembenaran. Silang pendapat bukan silang pendapatan. Adab tetap diperhatikan oleh Natsir.

Sayang sekali tradisi ini tidak cukup terwarisi kader-kader mudanya. Sehingga sering kali gagap ketika menghadapi pemikiran pemikiran menyimpang. Bukan karena tidak benar tapi karena tidak terampil bicara benar.

Keempat, bagi anak muda Natsir adalah teladan ideal. Natsir seorang yang gigih berjuang, tekun belajar dan pantang menyerah. Kehidupan semasa sekolahnya membuktikan itu. Satu yang paling menonjol adalah kebiasaannya menamatkan satu buku dalam satu pekan.

Mana ada di Kids Zaman Now anak sekolah atau anak kuliahan yang punya tradisi baca buku. Satu buku satu pekan pula. Kecerdasan Natsir saya yakin satu sebabnya adalah luas dan dalamnya bacaan. Jadi, anak muda yang mau secerdas Natsir, rajin-rajinlah membaca.

Sebagai pamungkas, saya terus terpukau oleh ungkapan Natsir yang saya anggap ungkapan tersebut adalah kata mutiara terbaik tokoh Islam sekaligus tokoh bangsa tentang keislaman dan kebangsaan:

“Kita dapat menjadi seorang Muslim yang taat, yang dengan riang gembira pula menyanyikan ‘Indonesia Tanah Airku’.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here