Nasihat Mbah Maimoen Zubair: Unsur Fusi PPP Harus Kembali Bersatu

272
Ketum Parmusi Usamah Hisyam dan istri saat dijamu makan siang oleh KH. Maimoen Zubair di kediamannya di Ponpes Al-Anwar Sarang, sekitar tiga bulan sebelum wafat. (Foto: istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Sekitar tiga bulan menjelang wafat di Tanah Suci Makkah, allahuyarham KH. Maimoen Zubair sempat berpesan kepada Ketua Umum PP Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) Usamah Hisyam yang bersilaturahim ke kediamannya di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Usamah mengungkapkan, saat itu Mbah Moen meminta dirinya agar menginisiasi sekaligus memfasilitasi untuk mengundang pertemuan para ulama agar bersatu kembali membesarkan PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Usamah dipersilakan untuk menjadikan KH. Maimoen Zubair sebagai pengundang bersama Hamzah Haz dan Usamah sendiri dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Parmusi.

Usamah mulai dikenal Mbah Moen sejak awal 1990-an, saat mantan Ketua Departemen Penerbitan dan Media Massa DPP PPP (1994-1997) ini kerapkali mendampingi Ketua Umum DPP PPP Buya Ismail Hasan Metareum berkunjung ke Ponpes Al-Anwar.

KH. Maimoen Zubair berbincang dengan Usamah Hisyam saat Munas Alim Ulama yang digelar Majelis Munajat Indonesia Berkah (MMIB) pada Maret 2019. (Foto: Sutanto/OMG)
KH. Maimoen Zubair didampingi Ketum Majelis Munajat Indonesia Berkah (MMIB) H. Usamah Hisyam saat menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama, Maret 2019 lalu. (Foto: Edwin B/OMG)

Usamah yang kemudian diangkat sebagai salah satu Asisten Pribadi Wakil Presiden Hamzah Haz (2001-2003) semakin dikenal Mbah Moen sebagai kader partai potensial.

Apalagi keberadaan Usamah di pusaran kekuasaan Istana Wapres merupakan rekomendasi Wakil Ketua DPR RI dari FPP, Tosari Widjaya. Usamah yang saat itu juga menjabat sebagai Plt. Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka’bah adalah Staf Ahli Wakil Ketua DPR RI Tosari Widjaya.

Usamah semakin dikenal dekat dengan Mbah Moen, ketika menjelang Pilpres 2019 lalu mendapat restu dari Presiden RI bertindak sebagai Ketua Umum Majelis Munajat Indonesia Berkah (MMIB) yang salah satu penasihatnya adalah Cawapres KH. Ma’ruf Amin.

MMIB ini salah satu organ yang mempertemukan 700 ulama dari berbagai daerah dalam Munas Alim Ulama di Hotel Sahid Jakarta pada awal Maret 2019 untuk mendukung pasangan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin.

Usamah Hisyam memimpin rombongan umrah Capres Joko Widodo dan keluarga pada 2004 silam. (Foto: istimewa)
Usamah dan Jokowi
Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam saat diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka beberapa tahun lalu.

Usamah memang dikenal sangat dekat dengan Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin. Pada minggu tenang jelang pilpres 2004, Usamah lah yang mendorong Jokowi untuk melaksanakan ibadah umrah, sekaligus menjadi ketua rombongan.

Pada lebaran Idul Adha 2018, usai menjadi khatib di Masjid Al-Azhar BSD City, Serpong Tangerang Selatan, KH. Ma’ruf Amin yang juga Rais Am PBNU bersilaturahim ke kediaman Usamah yang berjarak 300 meter dari masjid. Dan ketika Usamah dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah pada 2019, KH. Ma’ruf Amin juga datang membesuk.

“Alhamdulillah, kedekatan saya dengan para tokoh dan ulama NU diketahui Mbah Mun. Sehingga beliau bersedia menghadiri Munas Alim Ulama MMIB untuk mendukung Jokowi-KH. Ma’ruf Amin,” ungkap Usamah.

Usamah Hisyam menjamu KH. Ma’ruf Amin di kediamannya usai pelaksanaan Shalat Idul Adha pada 2018 lalu. (Foto: Anto/OMG)
Wapres KH. Ma’ruf Amin dan istri menjenguk Usamah Hisyam saat dirawat di RS. Pondok Indah Jakarta, Maret 2019. (Foto: istimewa)
Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam (tengah) usai mendampingi Wapres KH. Ma’ruf Amin berziarah ke makam Ariawangsa di BSD City, Tangsel September 2020. (Foto: istimewa)

Pada kesempatan itu, Mbah Moen meminta Usamah agar kembali menjadi fasilitator pertemuan untuk menggalang para ulama mendukung PPP.

“Mbah Moen menasihati saya, bahwa PPP itu harus terus diupayakan untuk bersatu, semua fusi harus dipersatukan, terutama Parmusi. PPP harus dibesarkan kembali, karena merupakan aset nasional untuk menjaga pluralitas bangsa. Salah satu upaya itu, PPP harus dikembalikan ke khittahnya, sebagai partai yang didukung para ulama. Karena itu perlu digelar pertemuan ulama secara informal dari semua unsur fusi, dengan pengundang tiga tokoh tadi,” ungkap Usamah.

Namun Allah berkehendak lain. Ketika Usamah masih melobi ratusan ulama untuk menghadiri giat yang direncanakan, terbetik berita wafatnya KH. Maimoen Zubair.

“Jelang muktamar PPP ini, saya wajib menyampaikan amanah Mbah Moen. Kembalikan jati diri partai sesuai 5 khidmat dan 6 Prinsip Perjuangan agar partai ini mendapat dukungan kembali dari para alim ulama. Siapapun nanti yang diamanahkan menjadi Ketum PPP, harus bisa menggalang persatuan ulama untuk memenangkan PPP,” tandas Usamah. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here