Namanya Sering Dicatut, Gus Mus: Saya Sudah Capek Klarifikasi

169

Jakarta, Muslim Obsession – Ketokohan dan kepopuleran KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus kerap dijadikan alat untuk memprovokasi dan adu domba antara kelompok satu dengan kelompok yang lain. Orang yang tidak punya tanggung jawab ini sengaja mencatut atau membawa nama Gus Mus untuk ambisi dan mencari konten dan viewer.

Tanpa memikirkan apakah postingan atau kontennya baik atau buruk. Mereka seolah tak peduli. Padahal, konten tulisan tersebut bukanlah buah pikir sosok Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu. Gus Mus mengaku sangat sering menemukan namanya dicatut oleh orang, sampai dia lelah mengklarifikasinya.

“Aku sendiri (dan anak-anakku) capek mengklarifikasi bila ada tulisan atau ujaran yang mengatasnamakan diriku,” tulis Gus Mus itu lewat instagram-nya, Selasa (1/12).

Biasanya orang yang sudah hafal bahasa tulisan yang digunakannya, langsung mengklarifikasi kepada Gus Mus atau melalui putra-putrinya.

“Kecuali mereka yang sudah hafal ‘bahasa’ku, banyak yang justru tabayyun menanyakan kepadaku atau anak-anakku. Kok tidak (s)ejak awal bertanya atau tabayun kepada yang mengirim atau pihak dari mana mereka mendapatkannya,” lanjutnya.

Pasalnya, ia mengungkapkan tak sedikit orang yang lekas-lekas membagikan apa yang mereka terima dan cocok dengannya tanpa mengklarifikasi kepada pengirimnya.

“Banyak orang yang kalau menemu atau mendapatkan sesuatu (dari WA atau medsos) yang ‘menarik hati’nya, langsung dishare, tanpa tabayyun kepada yang mengiriminya,” tulisnya.

Pernyataan tersebut dilatarbelakangi pengulangan kejadian serupa. Ada sebuah surat yang mencatut namanya, seolah-olah surat tersebut ditulis olehnya.

“Seperti baru-baru ini, aku kebanjiran pertanyaan tentang adanya ‘surat’ yang ‘ditandatangani oleh KH. MUSTOFA BISRI’ yang ternyata itu bermula dari postingan orang Sidoarjo di Facebook. Lalu entah dengan alasan apa, ada yang mencantumkan namaku disitu (dan 😅 kelupaan menghapus tulisan Sidoarjo-nya),” pungkasnya.

Sebelumnya, Budayawan Butet Kartaredjasa pernah mengunggah foto bersama kiai yang dikenal sebagai sastrawan dan budayawan itu dengan keterangan berisi tulisan panjang yang mencatut nama KH Ahmad Mustofa Bisri pada Jumat (20/11) pagi.

Tak lama kemudian, ia lantas mengunggah satu foto bareng Gus Mus lagi berisi klarifikasi dan permohonan maaf. Ia mengaku diingatkan putri sulung Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah tersebut, Ienas Tsuroiya.

“RALAT GUSMUS. Postingan saya pagi tadi bertajuk “Selalu Sejuk” dengan mengedarkan tulisan keren “karya GusMus”, ternyata keliru fatal. Catatan “Gus Mus” itu, meskipun isinya bagus banget, menurut mbak Ienas Tsuroiya, putri GusMus, ternyata palsu. Bukan karya Gus Mus. Ada penulisa lain –entah siapa- yang mengaku-aku sebagai Kiai Mustofa Bisri. Sungguh mengherankan, lha wong tulisannya apik kok gak percaya diri dengan mencatut nama besar idola saya itu,” tulis Butet. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here