Nader Mahmoud Kouja, Hafizh Quran yang Hidup dengan Satu Paru-Paru

161
Nader Mahmoud Kouja (Foto: Youtube)

Jakarta, Muslim Obsession – Cobalah buka situs Youtube Anda dan rasakan bagaimana hati Anda bergetar saat Nader Mahmoud Kouja melantunkan ayat suci Al-Quran dengan merdu.

Dia adalah pemuda penghafal Al-Quran yang masih berusia 21 tahun. Terlepas dari masalah kesehatannya yang membuatnya hanya hidup dengan satu paru-paru, Nader Mahmoud Kouja, 21, berhasil mewakili Lebanon dalam edisi ke-23 Dubai International Holy Quran Award (Dihqa) yang masih berlangsung, sejak hari ke-2 sampai hari ke-14 Ramadhan.

“Saya tahu ini adalah tantangan besar untuk menyelesaikan misi suci ini dengan tidak hanya satu paru-paru tetapi juga masalah pernapasan, tetapi memiliki kehormatan menghafal qalam Allah Swt. adalah salah satu anugerah,” kata Kouja, seperti dilansir Khaleej Times, Jumat (17/5/2019).

Kouja membuktikan bahwa jika Anda tetap tidak gentar oleh musuh kehidupan, tidak ada yang bisa menghentikan Anda dari mengalahkan rintangan.

Meskipun ini adalah kompetisi Al-Quran internasional pertama Kouja, penampilan dan bacaannya yang indah memikat juri dan hadirin di Dubai Chamber.

“Saya telah berpartisipasi dalam tiga kompetisi Quran lokal dan mendapatkan posisi yang bagus di semua kompetisi itu,” katanya, dikutip dari About Islam.

Dubai International Holy Quran Award telah menjadi platform yang hebat untuk para penghafal Al-Quran dari seluruh dunia.

“Merupakan hak istimewa dan impian untuk berkompetisi dalam kontes bergengsi seperti itu, dan bertemu dengan begitu banyak penghafal Al-Quran di sepanjang tahun ini,” kata pesaing Lebanon itu.

‘Nader’ sesuai dengan namanya yang berarti ‘langka’ atau ‘salah satu dari jenis’ dalam bahasa Arab. Pemuda Muslim Lebanon itu dianugerahi bakat luar biasa dan merupakan kerendahan hati yang dipersonifikasikan.

“Dengan menghafal Al-Quran Suci, seseorang merasa lebih aman, lebih santai, dan terinspirasi. Jiwa, hati, dan pikiran Anda menjadi lebih ilahi dan lebih dekat dengan Pencipta yang agung. Itu membuat seseorang bahagia dan puas dalam kehidupan maupun setelahnya. Al-Quran telah secara signifikan mempertajam ingatan saya, meningkatkan kinerja akademis saya, dan membuat saya dihormati orang,” ia meyakinkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here