Nabi Isa Gembira Akan Datangnya Nabi Muhammad

492
Ustadz Adi Hidayat.

Muslim Obsession – Setiap umat Islam wajib menyambut gembira dengan hari lahirnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Bahkan, kegembiraan akan lahirnya Rasul terakhir ini jauh-jauh hari telah diserukan kepada umat-umat sebelumnya.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, Nabiyullah Isa ‘alaihissalam di antara yang paling gembira dengan kabar kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kegembiraan Nabi Isa ditampakkan dengan meneruskan kabar itu kepada umatnya, seperti yang dikisahkan dalam Al-Quran.

“Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad,” (QS. Ash-Shaf [61]: 6).

“Anda bisa bayangkan. Isa seorang nabi dan rasul yang memiliki mukjizat hebat, bisa menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang mati atas izin Allah Ta’ala. Ia bahagia dengan kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Antum bukan nabi, bukan rasul, tidak punya mukjizat seperti Nabi Isa, lalu Antum tidak bahagia dengan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam? Antum siapa?” ujar Ustadz Adi melalui sebuah tayangan video.

Hebatnya, tambah Ustadz Adi, Nabi Isa bahagia kepada orang yang belum lahir. Padahal biasanya perasaan bahagia muncul setelah bayinya lahir.

Karena kemuliaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam itulah yang menjadikan Nabi Isa bergembira atas kabar kedatangan beliau dan mengabarkan hal itu kepada umatnya.

“Kalau bukan Nabi Muhammad itu hal yang mustahil. Jadi kalau ada orang menolak Maulid dalam arti menolak kelahirannya, maka dia telah ingkar kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,” tegasnya.

Kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga dinanti Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimassalam. Bahkan keduanya berdoa memohon kepada Allah di samping Ka’bah ketika selesai meninggikan bangunan Ka’bah. Doa ini tercatat dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 129.

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here