Muslimah ini Jadi Korban Islamofobia di Australia

574

Muslimah penyandang disabilitas, Ayah Wehbe, merasakan pengalaman yang kurang mengenakkan. Wanita berdarah Lebanon ini bekerja sebagai peneliti dan relawan dalam berbagai acara komunitas. Dia berjuang untuk meningkatkan kesadaran tentang kehilangan pendengaran di komunitas Muslim serta keragaman dalam diskursus disabilitas pendengaran.

Dia merasa masih kurangnya dukungan, pemahaman dan kesadaran tentang kehilangan pendengaran, dan disabilitas lainnya, dalam komunitas Muslim Lebanon. Saat ini dia bekerja di Advance Diversity Services pada sebuah proyek penelitian tentang Skema Asuransi Disabilitas Nasional (NDIS) dan aksesibilitas bagi orang-orang dari latar belakang etnis yang berbeda.

Dia menerima perlakuan tak mengenakkan ketika bepergian ke negara bagian lain di Australia pada Juli lalu. Ketika itu Ayah sedang menuju Hobart, Darwin, dan Melbourne. Setiba di Darwin, dia ditanya tentang usianya sebanyak tiga kali oleh tiga orang yang berbeda. Semuanya sopir taksi.

Ada yang mengajaknya menikah, padahal wanita ini sudah enggan untuk berumah tangga, karena itu pilihan hidup. Ada pula yang mencoba mendalami kehidupan pribadinya.

Terlepas dari berbagai pengalaman pahit itu, Ayah meyakini kehidupan di negeri kanguru ini semakin baik. Perlahan tapi pasti, keragaman diterima masyarakat luas. Pendidikan semakin membuka pandangan dan hati mereka tentang kebersamaan dan persatuan. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here