Muslim Sri Lanka Khawatir Diserang Saat Shalat Jumat

476
Masjid di Ampara Sri Lanka rusak akibat bentrokan antara umat mayoritas Buddha dan Muslim minoritas (Photo: Reuters)

Sri Lanka, Muslim Obsession – Pasca serangan massa Budha Sinhala, umat muslim Sri Lanka takut akan lebih banyak serangan saat mereka melaksanakan shalat Jumat.

Fathima Rizka, salah seorang muslim Sri Lanka mengatakan, telah tersiar kabar di kalangan komunitas Muslim di Kandy bahwa umat Buddha merencanakan serangan di daerah tersebut selama shalat Jumat.

“Saya hidup dalam ketakutan dan tidak dapat tidur sepanjang malam. Karena semua orang dari keluarga saya telah pergi dan kita ditinggalkan di rumah,” tutur Fathima, kepada AlJazeera, Jumat (9/3/2018).

Fathima juga menilai pihak keamanan di sana tidak melakukan tugasnya dengan baik.

“Polisi tidak melindungi kita, mereka hanya berdiri sementara serangan terus dilakukan. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” terangnya.

Meskipun keadaan darurat dan jam malam telah diberlakukan di wilayah pusat Kandy, muslim minoritas Sri Lanka khawatir serangan akan berlanjut.

Jalan-jalan di sebagian besar kota di Kandy terlihat lengang, kecuali hanya ada polisi dan tentara yang sedang berjaga. Masyarakat muslim membuat penjagaan khusus, memastikan perempuan dan anak-anak tidak ditinggalkan sendirian di rumah mereka, saat shalat Jumat nanti.

Sejak kekerasan pecah di wilayah Sri Lanka, aparat berulang kali dituduh telah gagal menangkap pelaku serangan.

“Pemerintah mengatakan mereka akan berbuat lebih banyak untuk menindak massa, namun kenyataannya adalah bahwa umat Islam tidak merasa dilindungi,” tutur Mohamed, yang meminta agar nama keluarganya tidak dipublikasikan karena alasan keamanan.

“Kita tidak bisa membiarkan istri, ibu dan saudari kita menangis dalam ketakutan. Melihat mata pencaharian kita terbakar di depan mata. Sementara orang-orang yang berwenang tidak membantu kita,” katanya.

Mohamed mengaku, umat muslim mengambil tindakan sendiri dengan berdiri dan berjaga di luar rumah. Untuk memastikan keamanan keluarga mereka. Karena, polisi dinilai sama sekali tidak menengakkan hukum dan ketertiban.

Sementara itu, aparat keamanan Sri Lanka, Inspektur Jenderal Polisi Kandy Pujith Jayasundra mengelak saat dimintai keterangan. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here