Muslim Mukmin vs Muslim Liberal

66

Oleh: Luthfi Bashori (Pengemban Dakwah)

Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang paling besar susah/repotnya adalah orang mukmin, dia harus memikirkan urusan dunianya sekaligus harus pula memikirkan urusan akhiratnya. (HR. Imam Ibnu Majah).

Orang muslim yang mukmin itu adalah golongan yang paling berat bebannya dalam menjalani kehidupan, karena di samping memikirkan suksesnya pekerjaan demi kehidupan di dunianya yang sekarang digelutinya, ia juga dituntut untuk memikirkan kehidupan akhiratnya, yaitu dengan cara menjaga kualitas ibadahnya serta memperbanyak amal shaleh.

Ia menyadari bahwa hidupnya di dunia ini hanyalah sementara, ibarat hidup di negeri ‘percobaan’, sedangkan kehidupan yang sebenarnya adalah di akhirat kelak. Karena itulah ia tidak akan melupakan akhirat sebagai tempat kembali kepada Tuhannya.

Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran yang artinya: “Dan peliharalah diri kalian dari (adzab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka sedikit pun tidak didzalimi.” (QS Al-Baqarah, 281).

Berbeda dengan kehidupan orang yang sekedar muslim tapi tidak mukmin, seperti kebanyakan yang terjadi di kalangan orang-orang Islam liberal.

Benar, mereka berkartu identitas Islam, namun perilaku dan keyakinannya nyaris serupa dengan kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang kafir.

Mereka hanya disibukkan dengan urusan kehidupan duniawi semata, semisal konsentrasi mengatur hidup bagaimana cara memperkaya diri, bagaimana cara merebut jabatan, bagaimana cara dapat hidup bersenang-senang tanpa peduli batasan hukum halal maupun haram, bahkan mereka tidak peduli bagaimana cara mempersiapkan kehidupan akhiratnya kelak yang jauh lebih kekal.

Beda tipis antara golongan liberal dengan kalangan kaum kafir, bahwa kalangan kaum kafir itu sama sekali tidak menyakini adanya kehidupan kelak di akhirat. Jadi mereka tidak yakin jika kelak akan dikembalikan kepada Allah dengan mempertanggung jawabkan kekafiran mereka kepada Allah dan Rasul-Nya serta aturan Syariat Islam . []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here