Musibah dan Ujian Hidup Bukti Cinta Allah kepada Hamba-Nya

362

Jakarta, Muslim Obsession – Musibah dan ujian hidup bagaikan dua keping mata uang yang tak terpisahkan dari kehidupan setiap manusia. Hanya saja, seberapa kuat kita bersabar menghadapi musibah dan ujian hidup tersebut?

Orang-orang beriman memahami musibah dan ujian hidup sebagai cara Allah untuk meninggikan derajatnya juga menjadi tanda bahwa Allah semakin menyayangi dirinya.

Semakin tinggi kualitas imannya, semakin berat pula ujiannya. Kendati demikian, ujian berat tersebut akan dibalas dengan pahala yang besar pula.

Sehingga kewajiban bagi setiap orang beriman yang diberikan musibah atau ujian hidup adalah bersabar. Karena sabar merupakan tanda keimanan dan kesempurnaan tauhidnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits dari Anas bin Malik,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridha, maka ia yang akan meraih ridha Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah).

Pada hadits lainnya dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani).

Demikianlah pemahaman atas musibah dan ujian hidup yang harus dimiliki orang-orang beriman. Bahwa jika seseorang ridha atas ujian yang diberikan Allah, maka pahala besar telah menantinya yakni berupa keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala.

Namun sebaliknya, jika seseorang tidak ridha atas ujian tersebut, maka Allah pun akan murka kepadanya.

Semoga Allah mudahkan segala urusan kita, menyembuhkan yang sakit, serta membimbing kita untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sehingga kita senantiasa dapat ridha atas segala ketetapan-Nya. Aamiin. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here