Munas Alim Ulama Tularkan Semangat Persatuan

547
Acara Musyawarah Nasional Alim Ulama

Jakarta, Muslimobsession – Musyawarah Nasional Alim Ulama yang digelar di Grand Sahid Jaya Hotel telah membawa semangat persatuan di kalangan umat Islam, khususnya dalam menyikapi berbagi macam isu politik jelang Pilpres 2019.

“Saya melihat kegiatan ini semangatnya adalah kebersamaan,” ujar ulama asal Papua Barat, Alqaf, saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (16/3/2019).

Alqaf datang jauh-jauh dari Papua Barat karena ia menganggap para alim ulama ini bisa menebarkan semangat persatuan kepada masyarakat meski berbeda pilihan dalam politik. Pihaknya, yang mengaku sudah memantapkan diri mendukung Jokowi dalam Pilpres ini menilai masyarakat tak perlu bertengkar hanya gara-gara perbedaan politik.

“Jika ada fitnah dan hoax kita sebagai umat muslim tak perlu membalasnya dengan fitnah serupa. Karena hasilnya yang ada kebencian saling curiga dan menuduh. Cukup kita balas dengan kebaikan, kira terus suarakan persatuan,” jelasnya.

Menurutnya, itulah inti dari kegiatan Musyawarah Nasional Para Alim Ulama ini. Ia berharap para alim ulama dapat memandu masyarakat untuk menjaga persatuan atau ukhuwah Islamiyah dengan menjaga kondisifitas.

“Jadi harapannya ke depan para alim ulama selepas dari sini juga bisa menularkan persatuan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Nasional Munas Alim Ulama H Usamah Hisyam menilai, kini banyak hoax dan isu yang mempertangkan keislaman dan kebangsaan untuk kepentingan memenangkan Pilpres 2019. Untuk itu Munas ini, para ulama diminta merumuskan pandangannya tentang umat dan bangsa ke depan.

“Semangat yang harus dibangun adalah keislaman dan kebangsaan demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. Tidak boleh mempertentangkan antara keislaman dan kebangsaan,” katanya ketika membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Usamah yang juga menjadi Ketua Umum Majelis Munajat Indonesia Berkah ini menjelaskan bahwa sejak dulu nilai keislaman tidak pernah bertentangan sedikitpun dengan nilai-nilai Keindonesian.

Namun, kini ia melihat banyak cara-cara politik kotor yang sengaja ingin membenturkan Islam dengan keindonesian. Padahal jelas Islam adalah agama yang paling toleran bisa menghargai kebinekaan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here