Mukmin Harus Mencari Ilmu Kebaikan

109

Oleh: Ustadz H. Abdul Ghoni Djumhari (Wakil Lembaga Dakwah Parmusi Pusat)

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :لَن يَشبَعَ المُؤمِنُ مِن خَيرٍ يَسمَعُهُ حَتَّى يَكُونَ مُنتَهَاهُ الجَنَّةُ

Dari Abu Said Al-Khudri dari Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang beriman itu tidak pernah puas mendengarkan hal-hal yang baik sampai dia mencapai surga,” (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan Al-Hakim (4/129))

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Dalam hadits di atas disebutkan bahwa seorang Mukmin harus mencari ilmu kebaikan, baik kebaikan untuk di dunia maupun di akhirat yang kelak bisa mengantarkannya menuju nikmat Allah, yaitu surga.

2- Mukmin yang mencari ilmu kebaikan harus berpikir secara Islami.

3- Agama Islam menganjurkan mempergunakan akal pikiran untuk menganalisis, meneliti semua makhluk dan alam benda ciptaan Allah ini, agar iman dan keyakinan semakin hidup dan semakin tinggi mutunya.

4- Manusia melihat semua alam ciptaan Allah Ta’ala yang ditangkap oleh penglihatan, dipikir di dalam alam pikirnya, dirasakan pertimbangannya dalam hati, sebagai anugerah Tuhan yang perlu dimanfaatkan sebagai ibadah.

5- Berpikir itu pelita yang hidup di dalam hati manusia. Ia merupakan jalannya perasaan yang dikirimkan melalui otak manusia untuk dilaksanakan oleh anggota badan dan panca indera. Hamba Allah yang suka berpikir, akan menghidupkan ruhaninya, menyegarkan otaknya, dan menyegarkan pelaksanaan ibadahnya.

6- Mukmin yang berpikir secara Islami pada umumnya akan mencari ilmu kebaikan. Sehingga dengan ilmu kebaikan itulah karakter atau akhlak seorang mukmin dapat terbentuk.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

– Merekalah orang-orang yang mendapat berita gembira dalam kehidupan dunia dan akhiratnya.

فَبَشِّرْ عِبَادِ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Oleh itu gembirakanlah hamba-hambaKu yang berusaha mendengar perkataan-perkataan yang sampai kepadanya lalu mereka memilih dan menurut akan yang sebaik-baiknya (pada segi hukum ugama); mereka itulah orang-orang yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang berakal sempurna,” (QS. Az-Zumar: 17-18).

Wallahu a’lam bish shawab.

 

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here