MUI Tetapkan Halal, Video Ustadz Abdul Somad Soal Vaksin Covid-19 Kembali Viral

481
Ustadz Abdul Somad (UAS).

Muslim Obsession – Setelah Komisi Fatwa MUI menetapkan status halal dan suci bagi vaksin Covid-19 produksi Sinovac, video pernyataan Ustadz Abdul Somad (UAS) kembali beredar. Sebelumnya, video tersebut sempat beredar sekitar awal November tahun lalu.

Dalam potongan video viral tersebut, UAS menegaskan akan menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19 jika Mesir dan Arab Saudi telah memakai vaksin tersebut. Sebaliknya, jika kedua negara tersebut tidak, dirinya menolak disuntik.

“Kalau nanti keluar vaksin itu sudah dipakai di seluruh dunia, Mesir atau Saudi Arabia, maka saya yang pertama kali suntik vaksin itu. Tapi kalau Saudi Arabia tidak, Mesir tidak, Indonesia saja, saya yang menolak vaksin itu,” ujar UAS.

Baca: MUI Tetapkan Vaksin Covid-19 Halal, Video Ustadz Abdul Somad Kembali Viral

Penceramah kondang itu menyebutkan, Arab Saudi dan Mesir dijadikan patokan karena Mesir merupakan tempat ia belajar. Termasuk juga soal fatwa shalat dengan shaf berjarak, UAS mengikuti fatwa-fatwa ulama Mesir.

“Kalau nanti vaksin itu sudah dipakai di Mesir, maka saya yang mengajak ayo suntik. Saya yang pertama disuntik. Tapi kalau di Mesir tidak dipakai, di Arab Saudi tidak dipakai, hanya kita jadi kelinci percobaan, saya yang pertama menolak suntik vaksin. Kalau dituntut 5 juta, turun kami ke jalan ramai-ramai,” tegasnya.

Pemerintah Mesir sendiri dikabarkan telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 Sinopharm. Otoritas Kesehatan di Mesir menyebutkan, vaksin tersebut dikembangkan oleh raksasa farmasi asal China, dimana Sinopharm dengan peluncurannya akan dimulai akhir Januari ini. Vaksin covid Sinopharm selain di China, juga disetujui oleh Uni Emirat Arab.

“Otoritas farmasi Mesir pada Sabtu menyetujui vaksin Sinopharm China,” kata Menteri Kesehatan Mesir, Hala Zayed dikutip AFP, Ahad (3/1/2021).

Baca juga: Sindir MUI Lambat Soal Vaksin, Ade Armando Siap Pindah Agama

Dijelaskan Hala Zayed, tahap pertama pengiriman vaksin telah dilaksanakan pada Desember. Sedangkan, pengiriman kedua vaksin ini akan tiba pada minggu kedua atau ketiga Januari. “Dan segera setelah tiba, kami akan mulai vaksinasi,” katanya.

Setiap tahapan pengiriman vaksin tersebut terdiri dari 50.000 dosis. Zayed mengatakan, Mesir berencana untuk membeli 40 juta dosis vaksin Sinopharm. Adapun, kelompok pertama yang mendapat prioritas vaksinasi adalah tenaga medis.

Mesir saat ini menjadi negara terpadat di dunia Arab dengan sekitar 100 juta penduduk telah mencatat lebih dari 140.000 kasus penyakit Covid-19 dengan angka kematian mencapai 7.800 jiwa.

Jumlah infeksi meningkat cukup signifikan pada akhir 2020, dari sekitar 100 kasus baru yang dikonfirmasi per hari di bulan Oktober, menjadi sekitar 1.400 kasus setiap hari saat ini.

Tak hanya vaksin Sinopharm, Mesir juga dikabarkan akan menerima vaksin AstraZeneca dengan Universitas Oxford pada minggu ketiga atau keempat bulan Januari. Saat ini negosiasi dengan Pfizer sedang berlangsung. (Fath)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here