MUI: Secara Tak Langsung Presiden Macron Dukung Islamophobia

99
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: dailysabah/AFP)

Jakarta, Muslim Obsession – Presiden Prancis Emmanuel Macron terus menuai kritikan. Bahkan produk-produk asal Prancis terancam diboikot oleh negara-negara Islam dan Timur Tengah.

Kritik juga dilontarkan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Muhyiddin Junaidi yang menilai sikap Macron sebagai pendukung gerakan Islamophobia.

“Macron secara tak langsung telah mendukung gerakan Islamophobia. Bahkan kecaman beliau terhadap pelaku pembunuhan atas wartawan Tabloid Charlile Habdo telah menempatkan Macron sebagai pemimpin Eropa yang mendulang tumbuh suburnya gerakan Islamophobia,” tegas KH. Muhyiddin dalam rilisnya, Senin (26/10/2020).

Kiai Muhyiddin mengatakan, Prancis merupakan salah satu kolonialis dunia yang sangat rasialis dan kejam atas warga jajahan mereka di dunia, terutama benua Afrika. Tak aneh jika reaksi atas sikap Macron dari dunia Islam cukup keras, dimana ia diminta untuk menarik pernyataannya.

Hingga saat ini, beberapa negara di Timur Tengah sudah mengancam akan melakukan embargo terhadap produk Prancis. Dalam hal ini Macron harus belajar banyak tentang toleransi beragama, terutama Islam.

“Kebebasan tanpa batas dan melawan norma justeru akan mengakibatkan kegaduhan dan kekacauan,” jelas Kiai Muhyiddin.

MUI minta kepada Menlu agar segera memanggil Dubes Prancis untuk Indonesia guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan komprihensif terkait sikap pernyataan Presiden Macron.

Masyarakat muslim dunia sangat geram dan menyesalkan sikap Macron. Apalagi pengungkitan kasus Charlie Habdo di tengah pandemi Covid-19.

Kiai Muhyiddin menegaskan, seyogyanya Macron belajar banyak dari kolega Jermannya, Merckel yang cukup dewasa dalam bersikap dan menghargai perbedaan sudut pandang di negara yang sangat heterogen.

Bagi Indonesia, tegasnya, akibat pernyataan Macron tentang Islam dan umat Islam dapat menjadi sarana pemicu di banyak kasus kekerasan di dunia, terutama jika umat Islam mayoritas. Ini sangat berbahaya seakan menyamakan Islam agama kekerasan dan intoleran.

“Padahal pertumbuhan Muslim converts di kalangan warga Prancis dari etnis kulit putih terus bertambah dimana rata-rata pertahun lebih dari 20 000 orang. 8 juta muslim Prancis punya andil besar dalam membangun negara tersebut. Para pemain sepak bola muslim Prancis telah berkontribusi besar kepada bangsa dan negara Prancis,” tegas Kiai Muhyiddin. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here