MUI Sebut Banser Murni Bakar Bendera Tauhid

416

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas mengungkapkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama melakukan pembakaran terhadap bendera berkalimat tauhid bukan bendera organisasi massa terlarang Hizbut Tahrir Indonesia.

Hal ini disampaikan pada Selasa (23/10/2018) di kantor pengurus pusat MUI, Jakarta. Menurutnya kalimat tauhid adalah milik umat Islam sedunia dan tidak sepatutnya diidentikan dengan kelompok tertentu.

“Perspektif MUI tidak ada tulisan HTI. Kami menganggap itu kalimat tauhid kok. Dalam sejarah ada versi putih dan hitam latarnya. Mestinya ini ga dijadikan satu kelompok tertentu karena ini milik umat Islam sedunia,” jelasnya.

Dalam video yang beredar soal pembakaran itu, hanya ada latar bendera warna hitam dan kalimat tauhid di dalamnya yang kemudian dibakar. MUI tidak bisa memastikan niat daripada pembakar tersebut tapi mereka meyakini umat Islam seharusnya tidak akan melakukan tindakan tercela tersebut.

“Tidak boleh menjadi milik partai kelompok, harus ada desain berbeda atau warna yang berbeda, tapi tidak dikopi. Kita melihat yang dibakar kalimat tauhid karena tidak ada simbol Hizbut Tahrir Indonesia di situ,” ucapnya.

Sebelumnya Ketua umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqur Cholil Qoumas meminta kepada seluruh anggotanya termasuk Banser NU untuk tidak lagi membakar atribut yang identik dengan HTI.

“Ya pasti dong. Sebelumnya kita juga sudah sampaikan protap (prosedur tetap),” ucap Yaqut, Selasa (22/10).

Tanpa mau meminta maaf, Yaqut mengklaim dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk tidak melakukan hal-hal ganjil terhadap atribut yang mirip identitas HTI. Jika ada atribut-atribut seperti itu, lanjutnya, lebih baik diserahkan ke pihak kepolisian.

“Tidak, kemudian bertindak sendiri,” ucap Yaqut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here