MUI: Larangan Adzan Bisa Buat Ketegangan Antar Umat Beragama

824
Sekjen MUI, Anwar Abbas (Foto: Republika)

Jakarta, Muslim Obsession – Persekutuan Gereja-gereja Jayapura melarang umat Islam mengumandangkan Adzan. Menanggapi itu, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menegaskan bahwa larangan tersebut bisa memancing ketegangan antarumat beragama.

“Yang dilarang di Papua adalah umat Islam dilarang adzan. Adzan kan ajaran Islam? Yang melarang agama lain lagi. Yang melarang ini memancing terjadinya ketegangan antar umat beragama,” katanya, Ahad (18/3/2018).

Jika itu terjadi, reaksi itu bakal muncul tidak hanya di Papua saja, tetapi bakal terjadi juga di provinsi-provinsi lainnya, maka dari itu PGGJ seharusnya memikirkan dampak yang akan terjadi.

“Dan celakanya nanti reaksi tidak hanya terjadi di Papua. Tapi terjadi di provinsi-provinsi lain yang mayoritas beragama Islam,” sambungnya.

Ia juga menegaskan bahwa umat Islam tidak akan diam jika masalah ajaran agamanya diganggu. Anwar menekankan, umat Islam bukanlah umat yang pengecut.

“Mungkin kemauan mereka adalah menyingkirkan Islam dari bumi Indonesia. Kalau itu tunggu dulu, umat Islam itu bukan umat yang pengecut. Saya rasa Belanda angkat kaki dari Indonesia karena semangat jihad umat Islam,” tegasnya.

Namun, ia menyatakan bahwa umat Islam tidak menginginkan adanya kegaduhan di negara ini. Kita, lanjutnya, punya tugas yang lebih mulia lagi yaitu memajukan bangsa dan negara ini. Jadi kalau Indonesia ingin maju, salah satu syaratnya bersatu.

“Dan untuk bersatu kita bisa saling menghormati, jangan saling menekan kalau saling menekan saling memojokkan akan terjadi benturan di lapangan. Dan itu tidak positif,” tandasnya.

Ia juga meminta kepada umat Islam dalam menanggapi isu di Papua dengan kepala dingin. Ia mengimbau agar umat Islam tidak melakukan hal hal yang melanggar hukum. (Bal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here