MUI Ingatkan Pemerintah Jangan Offside soal Agama Baha’i

149
KH. Cholil Nafis
KH. Cholil Nafis, pengasuh Ponpes Cendekia Amanah Cilodong, Depok.

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengingatkan pemerintah agar lebih bijak dalam menyikapi keberadaan agama Baha’i yang kini jadi sorotan di masyarakat. Jangan sampai pemerintah membuat statmen yang justru menambah gaduh masyarakat.

Cholil menyampaikan Indonesia hanya mengakui enam agama. Menurutnya, pemerintah tidak bisa menyamaratakan perlakuan antara enam agama yang diakui dengan agama lainnya.

“Memang negara wajib melindungi umat agama, tapi jangan offside menjadi melayani yang sama dengan enam agama yang diakui,” kata Cholil lewat pesan singkanya, Rabu (28/7/2021).

Cholil mengatakan negara melindungi pemeluk agama apapun. Namun, ia berpendapat pemerintah tidak perlu melayani, apalagi memfasilitasi agama selain enam agama yang diakui.

Saat ditanya soal sikap MUI soal keberadaan Baha’i, Cholil tak menjawab gamblang. Ia hanya menyebut MUI sedang mengkaji lebih lanjut sikap tentang agama tersebut.

“Baha’i yang sudah jadi komunitas agama jangan menodai agama lain,” ucapnya.

Publik memperbincangkan keberadaan agama Baha’i setelah beredar video yang menayangkan ucapan selamat hari raya dari Menag Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha’i.

Baha’i adalah sebuah agama yang lahir di Persia pada 23 Mei 1844. Agama itu masuk ke Indonesia pada 1878. Kemenag menyebut penganut Baha’i di Indonesia mencapai sekitar 5.000 orang.

Agama ini pernah dicap sesat oleh MUI Jawa Barat pada 2014. Agama itu dipermasalahkan karena memiliki ritual yang mirip dengan ajaran Islam, seperti shalat dan puasa. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here