MUI Harap Selandia Baru Pelopori Lawan Islamophobia

507
Selandia Baru dan MUI
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Selandia Baru Roy Ferguson saat berkunjung ke Kantor Pusat MUI, Jumat (22/3/2019).

Jakarta, Muslim Obsession – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin berharap Selandia Baru bisa memanfaatkan kejadian ini untuk melawan islamophobia. Bukan hanya di Selandia Baru namun juga di seluruh dunia barat.

Hal itu diutarakannya saat MUI menggelar pertemuan dengan Kedutaan Besar Selandia Baru guna membahas peristiwa terorisme di Masjid An Noor dan Linwood, Christchurch, Selandia Baru. Pertemuan digelar di ruang rapat Kantor MUI pusat, Jalan Proklamasi No. 51, Jakarta Pusat. Jumat (22/3/2019).

“Memang ini sangat menyedihkan, sangat menyakitkan, termasuk bagi pemerintah Selandia Baru yang turut menjadi korban. Tetapi mudah-mudahan ada efek baiknya, kami berharap Selandia Baru menjadi pelopor untuk melawan Islamofobia. Mudah-mudahan Selandia Baru sebagai negara yang terkenal sebagai salah satu tempat terindah di dunia, tempat ternyaman, dapat mempelopori perlawanan terhadap suatu penyakit yang saat ini melanda dunia, berupa Islamofobia. Yang sedikit banyak telah menjadi sebab terjadinya beberapa aksi terorisme terhadap muslim di berbagai belahan dunia,” tutur Ust. Zaitun.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Selandia Baru Roy Ferguson hadir sebagai perwakilan. Ketua Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Muhyiddin Junaidi dan jajaran pengurus MUI yang lain turut hadir dalam pertemuan itu.

Hadir pula dalam pertemuan itu Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, Ketua Komite Hubungan Internasional MUI Shabah Surur,dan beberapa pimpinan ormas Islam.

“Siang hari ini dalam rangka silaturrahim dengan Bapak Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Bapak Roy, sebetulnya beliau wakil duta besar, duta besarnya belum ada dalam waktu beberapa minggu. Atas nama MUI kami ucapkan terima kasih mudah-mudahan diskusi ini bermanfaat bagi kita khususnya dalam meningkatkan hubungan bilateral persahabatan antara Indonesia dan New Zealand,” ujar Kiyai Muhyiddin.

Roy menyatakan bahwa tindakan teroris itu bukanlah mewakili Selandia Baru.

“Saya datang ke sini hari ini untuk memberikan Anda semua ada tiga jaminan. Pertama kami melakukan semua yang kami bisa lakukan untuk para korban serangan teroris ini. Kedua, kita bereaksi cepat dan tegas. Dan ketiga tindakan ini tidak mewakili Selandia Baru,” kata Roy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here