MUI Gandeng Indomaret Bangun Fasilitas Sarana-Prasarana di 18 Lembaga Pendidikan

52
Ketua IDF MUI, H. Misbahul Ulum.

Jakarta, Muslim Obsession –  Islamic Dakwah Fund Majelis Ulama Indonesia (IDF MUI) mengambil inisiatif untuk bekerja sama dengan Indomaret menggelar program “Pembangunan Sarana Prasarana Pendidikan”.

Program ini dilaksanakan untuk membenahi permasalahan sanitasi di ruang lingkup sekolah dan lembaga pendidikan. Dana yang didapatkan merupakan hasil dari donasi konsumen Indomaret dalam kurun waktu 2 bulan (Januari 2020 – Februari 2020).

“Program ini dijalankan untuk membantu mendekatkan warga ruang lingkup lembaga pendidikan pada akses kebersihan dan kesehatan dengan adanya perbaikan dan pembangunan fasilitas kamar mandi/toilet yang lebih layak dan bersih,” kata Ketua IDF MUI, H. Misbahul Ulum, dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/11/2020).

Ia menuturkan, program ini telah sukses terlaksana di 18 titik lembaga pendidikan di pulau Jawa dan kemudian akan diresmikan pada hari Senin, 16 November 2020 oleh ketua umum MUI, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin secara daring melalui aplikasi Zoom.

Misbahul Ulum menjelaskan, pandemi Covid-19 mengharuskan setiap orang untuk melek gaya hidup bersih dan sehat. Rendahnya kesadaran untuk menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menimbulkan masalah lingkungan menjadi tidak aman, tidak bersih, dan tidak sehat.

“Tak terkecuali di lingkungan lembaga pendidikan yang kesadaran sanitasinya masih minim. Kondisi bangunan toilet yng kurang layak, ketersediaan air bersih dan kebersihan fasilitas juga kurang mendapat perhatian,” ujarnya.

Merujuk pada Profil Sanitasi Sekolah Tahun 2017 terlihat kesenjangan fasilitas sanitasi di sekolah yang tidak memadai, dimana satu dari tiga sekolah di Indonesia tidak memiliki akses kepada air bersih.

Setidaknya ada beberapa hal yang wajib disediakan dalam rangka Program Sanitasi di lingkungan pendidikan, yaitu akses pada sumber air yang layak, fasilitas jamban yang berfungsi dan terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan, dan akses pada sarana cuci tangan dengan ketersediaan sabun dan air yang mengalir.

Menurutnya, kerja sama dengan Indomaret ini merupakan yang kedua, setelah pembangunan laboratorium komputer di 10 lembaga pendidikan.

“Ke depannya diharapkan akan terus terjalin kerja sama di bidang lain, seperti pemberdayaan ekonomi lemah ataupun bidang yang sama dengan cakupan yang lebih luas,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here