MUI DKI: Jangan Kaitkan Masjid dengan Radikalisme

522
MUI DKI Jakarta (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Sandiaga Uno mengatakan ada 40 masjid di Ibu Kota yang diduga telah disusupi paham radikal dan intoleransi, menanggapi hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Syarifuddin Abdul Gani meminta agar tidak mengaitkan masjid dengan radikalisme.

Seharusnya, kata dia, yang harus ditangani adalah penceramahnya bukan masjidnya, karena masjid hanyalah sebuah tempat atau benda mati yang tak bisa menjadi subjek dalam penyebaran paham radikal seperti yang disebutkan. penyebutan masjid justur hanya merusak citra Islam itu sendiri.

“Jangan salahkan masjidnya, salahkan penceramahnya. Ini kan terkesan masjid (yang salah), yang kita salahkan penceramahnya, bukan masjidnya,” katanya, Rabu (6/6/2018).

Karena itu, lanjut dia, yang terpenting bagi pemerintah DKI justru menghindarkan masjid dari para penceramah yang mengajarkan radikalisme atau juga kebencian. Syarifuddin meminta Pemprov DKI serius menangani persoalan itu. “Coba penceramahnya diberikan arahan biar (ceramahnya) enggak keras,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan ada 40 masjid di Jakarta menjadi tempat penyebaran paham radikal. Ia bahkan mengaku telah mengantongi daftar masjid yang diduga menjadi tempat penyebaran paham radikalisme itu. Daftarnya ada di Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual (Dikmental) dan Badan Amil Zakat Infak dan Sedekah (BAZIS) DKI.

“40 (masjid) itu kami juga sudah punya datanya di teman-teman Biro Dikmental dan Bazis, akan kita arahkan ke kegiatan kita lebih banyak ke sana,” kata Sandiaga di Kepulauan Seribu, Selasa (5/6).

Sandiaga berpendapat, salah satu penyebab suburnya paham radikal adalah ketidakadilan. Hal itu ditanamkan kepada generasi muda sehingga menjadi kepercayaan (beliefs) dan berkembang menjadi paham. Mereka pun memutuskan mengambil jalan pintas. Sandiaga tak menjelaskan jalan pintas yang dimaksud.(Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here