MUI Belum Terima Hasil Penelitian P3M

77
Zainut Tauhid Sa'adi (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Ketua Umum ajelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi mengaku belum menerima hasil penelitian Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Rumah Kebangsaan yang menyebut 41 masjid di kantor pemerintahan dan BUMN telah dimasuki paham radikal.

“Sampai dengan detik ini, MUI belum menerima hasil penelitian tersebut, sehingga kami belum bisa banyak memberikan opini terkait dengan temuan tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/7/2018).

Meski demikian, dia meminta kepada kementerian, lembaga pemerintah, dan BUMN, serius mengawasi temuan ini. Dia juga meminta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) waspada agar paham radikal tak masuk melalui masjid.

Atas temuan ini, MUI menyerukan kepada semua pihak, khususnya khatib, untuk menjaga kesucian masjid sebagai tempat beribadah. MUI juga berharap para khatib dapat memberikan cemarah yang membuat masyarakat lebih bisa meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Selain itu, masjid juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kasih sayang toleransi, akhlak mulia dan cinta tanah air. Bukan untuk menebarkan permusuhan, ujaran kebencian, fitnah, dan propaganda paham keagamaan.

Zainut berharap masyarakat selalu waspada kepada pihak-pihak tertentu yang menyebarkan pajak radikalisme dan ekstremisme sehingga berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Radikalisme dan ekstrimisme bisa diartikan sebagai paham atau aliran agama yang menginginkan perubahan baik sosial maupun politik secara cepat dan ekstrim dengan cara kekerasan,” ucap dia.

Dia menuturkan, radikalisme kerap ditujukan kepada kelompok yang agama yang menyukai kekerasan. Tujuan dari gerakan itu tak lain memunculkan gesekan dan konflik horizontal di masyarakat. (Bal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here