MUI Apresiasi Langkah Kepolisian Batalkan Kontes LGBT

89
Ilustrasi Bendera Gay

Jakarta, Muslim Obsession – Langkah aparat kepolisian membatalkan rencana penyelenggaraan Grand Final Mister and Miss Gaya Dewata 2018 di Bali, mendapatkan apresiasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), pasalnya kontes tersebut berbau lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

“MUI berharap pelarangan itu akan diberlakukan di semua daerah di wilayah NKRI,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulis, Kamis (11/10/2018).

Selain itu, Zainut mengaku prihatin dengan maraknya aktivitas kelompok LGBT yang berani secara terbuka dan terang-terangan menunjukkan eksistensinya. Ia menganggap hal itu merupakan indikator, jumlah dan aktivitas kalangan non-heteroseksual alias penganut homoseks di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan.

Permasalahan homoseksual, kata dia, tidak bisa dianggap lagi sebagai hal sederhana dan perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak, khususnya dari pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

“Praktik lesbian, gay, biseksual dan transgender serta seks bebas harus dilarang, karena bertentangan dengan nilai-nilai agama dan Pancasila,” ujarnya.

Ia menegaskan orientasi non-heteroseksual, bukan sesuatu yang dibenarkan dalam ajaran Islam. Ia mengingatkan, MUI sudah mengeluarkan fatwa pada 2014, tentang LGBT bahwa hukumnya haram atau dilarang oleh agama. Semua agama juga melarang tindakan atau perilaku LGBT.

“Penolakan terhadap LGBT, bahkan sudah menjadi kesepakatan bersama dalam hukum positif di Indonesia,” tukasnya.

Zainut mengingatkan, norma hukum positif di Indonesia tidak melegalkan LGBT. Dalam Undang-Undang Perkawinan menyatakan, sahnya perkawinan jika dilakukan oleh mereka yang berbeda jenis kelamin menurut ajaran agama.

Ia mendorong tokoh agama semakin sering memberikan pencerahan kepada umatnya tentang pentingnya hidup dengan perilaku seks yang sehat dan bertanggung jawab sesuai dengan ajaran agama. Serta, menjelaskan tentang bahaya hidup dengan perilaku seks yang menyimpang. Hal itu tidak lain demi menyelamatkan peradaban hidup umat manusia.

“Saya yakin dan percaya, semua agama mengajarkan kepada pemeluknya untuk berperilaku seks yang sehat dan bertanggung jawab,” ungkapnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here